Ini Bahaya Salah Pilih Pasangan Bagi Mental Anak Anda

  • Bagikan
Ini Bahaya Salah Pilih Pasangan Bagi Mental Anak Anda
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Memilih pasangan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu pertimbangan yang matang mengenai apa dan bagaimana kepribadiannya agar tidak menimbulkan dampak yang tidak baik bagi hubungan rumah tangga kedepannya.

Jadi, jangan hanya melihat dari tampang atau penampilan luarnya saja akan tetapi perilaku dan akhlaknya pun harus diketahui. Karena pasangan pilihan Anda akan menjadi orang tua dari anak-anak Anda. Jika pasangan Anda sudah memiliki sifat yang tempramen dan mudah marah setiap kali berbicara bagaimana anak akan menyikapi dan menerima hal itu?. Mungkin awalnya akan kaget, tapi lama kelamaan bukan tidak mungkin akan benpengaruh pada mental dan psikolog anak Anda.

Logikanya, memilih pasangan juga berarti memilihkan orang tua bagi anak-anak Anda. Maukah anak Anda sehari-hari berada di tangan sosok yang kalau marah-marah seperti orang kesurupan terus setelah itu bersikap biasa seolah tidak terjadi apa-apa?.

Maukah anak Anda dididik sosok yang tidak mau meng-upgrade ilmu dan merasa pendapatnya saja yang benar?. Tegakah anak Anda dididik oleh sosok yang suka tebar pesona, tidak memikirkan keluarga?.

Bisakah Anda melihat anak dididik oleh sosok yang hobi mendoktrin aneh-aneh hanya karena belum tuntas dengan kemarahan di masa lalu?. Sementara, anak adalah sosok suci tidak berdosa. Apakah pantas anak-anak dijadikan pelampiasan kebelumdewasaan atau bahkan ketidakdewasaan orangtuanya?.

Tanpa harus bertanya ke tetangga sebelah, hati nurani Anda sudah bisa menjawabnya. Memilih pasangan nyatanya tidak hanya didasarkan alasan cantik, ganteng, pintar, kaya, atau serupa.

Memang tidak akan pernah ada manusia yang sempurna. Tapi poinnya adalah maukah seseorang tersebut belajar dari kesalahan baik kesalahan sendiri maupun orang lain. Maukah seseorang itu melunturkan egonya dan berusaha belajar menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

Bersama orang yang mau belajar (tidak merasa paling pintar, paling suci, & paling benar), Anda tentu akan bisa membangun peradaban yang bahagia luar dalam tidak hanya sekadar penampakan pencitraan atau kata orang. Intinya, berpikirlah dahulu sebelum Anda memilih pasangan. Jangan sampai salah pilih sehingga berakibat fatal pada masa depan anak Anda. Semoga bermanfaat. (ummi-online.com/Putri)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.