oleh

Ini Prediksi Turunnya Lailatul Qadar pada Ramadan 1437 H

PortalMadura.Com – Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh rahmah, berkah dan ampunan. Pada satu malam terdapat malam yang lebih baik dan sangat mulia dari pada seribu bulan. Malam itu adalah “Lailatul Qadar” (QS. Al Qadar:1-5).

Perbandingan yang tidak wajar, fantastis, mengagumkan dan memukau bagi setiap insan yang sejenak mau merenungkan. Betapa tidak, jika di hitung secara matematis, seribu bulan sebanding dengan 83 tahun lebih. Maha Murahnya Allah Swt kepada hambanya.

Sudah barang tentu bila Ramadan warga muslim memburu malam Lailatul Qadar itu. Bila memakai pendapat Hujjatul Islam, alim allamah dan fahamah, min ba’di ulama tasawuf al-imam Abi hamid muhammad bin muhammad bin muhammad Al-ghozaly at-thusy alaih rahmah.

Dalam kitab I’anatut tholibin, jilid II, cetakan Thoha putra semarang, halaman 257, baris ke enam dari bawah disebutkan:

Al-ghozaly dan lainnya berkata:
“sungguh malam lailatul Qadar bisa diketahui dengan hari puasa awal bulan itu, apabila awal puasa hari: Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar pada malam ke 29, bila hari Senin, maka malam ke 21, bila hari Selasa atau Jumat, maka malam ke 27, bila hari Kamis, maka malam ke 25, bila hari Sabtu, maka malam ke 23”.

As-syeh Abu al-hasan berkata:
“Dengan kaidah ini (rumus al-ghozaly) yang telah sampai padaku, aku selalu mendapatkan Lailatul Qadar”.

Pendapat ulama lain yaitu Abi Hasan As-Syadzili dalam Kitabnya Hasyiyah as-showi ala tafsir jalalain, jilid IV, cetakan Darul kutub al-ilmiyah, tahun 2002 M/ 1424 H, halaman 402 di sebutkan:

Diriwayatkan dari Abi al-hasan as-syadzily,
“Apabila awal puasa hari:
Ahad, maka Lailatul Qadar malam ke 29, bila Senin, maka Lailatul Qadar malam ke 21, bila Selasa, maka Lailatul Qadar malam ke 27, bila Rabu, maka lailatul qodar malam ke 29, dan Kamis, maka lailatul qodar malam ke 25, Jumat, maka lailatul qodar malam ke 27, bila Sabtu, maka lailatul qodar malam ke 23”.

Wallahu a’lam. (dari berbagai sumber)


Tirto.ID
Loading...

Komentar