oleh

Ini Puasa Sunah yang Diwasiatkan Rasulullah Tapi Sering Terlupakan

PortalMadura.Com – Seperti yang diketahui, ada banyak sekali sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW salah satunya yakni anjuran puasa sunah. Perlu diingat, sunah merupakan suatu hal yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak masalah. Nah, dari berbagai macam sunah yang dianjurkan yang sering kita lupakan adalah puasa sunah ayyamul bidh. Padahal amalan tersebut sampai diwasiatkan oleh Rasulullah SAW.

Sebagai seorang muslim yang beriman, sudah seharusnya kita mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasulullah dalam melakukan berbagai amalan juga dalam menjalankan sunah yang ada. Hal tersebut termasuk melaksanakan puasa pertengahan bulan (13, 14, 15 hijriah)

Ada banyak dalil yang menjelaskan tentang puasa Ayyamul bidh. diantaranya yakni:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: [1] berpuasa tiga hari setiap bulannya, [2] mengerjakan shalat Dhuha, [3] mengerjakan shalat witir sebelum tidur.”(HR. Bukhari no. 1178)

Mu’adzah bertanya pada Aisyah:

“Apakah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya.” Mu’adzah lalu bertanya, “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau).”(HR. Tirmidzi no. 763 dan Ibnu Majah no. 1709. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhuma, beliau berkata:

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai no. 2345. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Ash Shohihah no. 580.)

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda padanya:

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2424. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979.)

Perlu Anda ketahui, ada pelajaran yang harus kita ketahui mengenai puasa ayyamul bidh, seperti berikut.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin menjelaskan, “Puasa tiga hari setiap bulannya boleh dilakukan pada sepuluh hari pertama, pertengahan bulan atau sepuluh hari terakhir dari bulan Hijriyah, atau pula pada setiap sepuluh hari tadi masing-masing satu hari. Puasa tersebut bisa pula dilakukan setiap pekan satu hari puasa. Ini semuanya boleh dan melakukan puasa tiga hari setiap bulannya ada keluasan melakukannya di hari mana saja. Oleh karena itu, Aisyah mengatakan, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau di awal, pertengahan atau akhir bulan hijriyah).” (Syarh Riyadhus Sholihin, 3/470.)

Hari yang utama untuk berpuasa adalah pada hari ke-13, 14, dan 15 dari bulan Hijriyah yang dikenal dengan ayyamul biid. Ada pula yang mengatakan bahwa ayyamul biid adalah hari ke-12, 13 dan 14. Namun pendapat pertama tadi lebih kuat.

Hari ini disebut dengan ayyamul biid (biid = putih, ayyamul = hari) karena pada malam ke-13, 14, dan 15 malam itu bersinar putih dikarenakan bulan purnama yang muncul pada saat itu.

Selain itu juga banyak faedah yang didapat apabila kita menjalankan puasa sunnah ayyamul bidh. Diantaranya adalah:

Pertama, Menghidupkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun.“(HR Ibnu Majah (no. 209), pada sanadnya ada kelemahan, akan tetapi hadits ini dikuatkan dengan riwayat-riwayat lain yang semakna, oleh karena itu syaikh al-Albani menshahihkannya dalam kitab “Shahih sunan Ibnu Majah” (no. 173)

Kedua, Melakukan puasa tiga hari setiap bulannya seperti melakukan puasa sepanjang tahun karena pahala satu kebaikan adalah sepuluh kebaikan semisal. Berarti puasa tiga hari setiap bulan sama dengan puasa sebanyak tiga puluh hari setiap bulan. Jadi seolah-olah ia berpuasa sepanjang tahun. (Lihat penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin di Syarh Riyadhus Sholihin, 3/469.)

Ketiga, Memberi istirahat pada anggota badan setiap bulannya. Karena setiap hari organ tubuh kita bekerja tanpa henti, terlebih khusus pada organ pencernaan kita. Sudah seharusnya kita memberikan jeda, agar tubuh kita selalu sehat.

Seorang muslim yang mengaku cinta kepada Rasulullah sudah semestinya selalu berusaha menjalankan dan menghidupkan sunnah beliau. Karena konsekuensi utama seorang yang mengaku mencintai beliau adalah selalu berusaha mengikuti semua petunjuk dan perbuatan beliau.

Demikianlah mengenai puasa yang diwasiatkan oleh Rasulullah SAW tapi sering kali terlupakan oleh kita. (islampos.com/Nanik)

Loading...