Ini Syarat Warga Sumenep Kalau Mau Kembali Kerja ke Jakarta

Terminal Arya Wiraraja Sumenep
Terminal Arya Wiraraja Sumenep (Foto. Taufikurrahman @portalmadura.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Warga Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur wajib memenuhi persyaratan khusus jika hendak merantau atau kerja ke wilayah Jakarta pada masa pandemi Covid-19.

Jika persyaratan tidak terpenuhi maka siap-siap untuk diputarbalik oleh petugas atau harus kembali ke kampung halamannya. Maka untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan sebaiknya lengkapi persyaratan yang dianjurkan.

Koordinator Satuan Pelaksana (Korsatpel) Terminal Arya Wiraraja Sumenep, Imam Handoko menjelaskan, warga Sumenep yang hendak ke Jakarta harus menyertakan surat keterangn kepala desa dan surat keterangan sehat dari puskesmas serta bebas dari virus corona.

Selain itu, harus menyertakan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM). “Lalu mereka mengisi data pribadi melalui laman situ corona.jakarta.go.id,” urainya, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga:  Diduga Meriam Ditemukan Warga Marengan Daya Sumenep

Selain itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni yang boleh melakukan bepergian ke daerah Jakarta adalah yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta yang menyelenggarakan pelayanan Covid-19, mereka yang kerja di pelayanan ketahanan dan pertahanan untuk ketertiban umum.

Termasuk mereka yang bekerja di pelayanan kesehatan, bekerja di pelayanan kebutuhan dasar, bekerja di pelayanan pendukung layanan dasar dan pelayanan fungsi ekonomi penting dan perjalanan pasien yang membutuhkan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang keluarganya sakit keras atau meninggal dunia.

Imam Handoko menyampaikan, hal tersebut merujuk pada surat edaran (SE) yang diterbitkan Kementerian Perhubungan pada tanggal 8 Mei nomor 4 tahun 2020.

“Jadi, ada perjalanan ke luar yang dikecualikan,” tegasnya.

Baca Juga:  Mayat Pria Yang Ditemukan di Laut Desa Tanjung Ternyata Nelayan Ketupat Raas

Sedangkan data yang dikantongi pihaknya, hingga saat ini yang dibuka baru Terminal Pulo Gebang yang melayani kedatangan penumpang. Terminal lainnya tidak dibuka layanan antar kota antar provinsi.

“Karenanya harus berangkat dari Pulogebang,” sebutnya.

Pihaknya juga memberlakukan pengecekan terhadap penumpang yang hendak bepergian. “Mereka akan dilakukan pengecekan kembali sebelum masuk ke bus,” pungkasnya.(*)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.