Inilah 18 Kategori Penerima Sumenep Award 2017 yang Diserahkan Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim

  • Bagikan
Sumenep Award 2017
Kiri, KH A Busyro Karim memberikan anugerah Sumenep Award 2017, pada K. Hazmi ahli waris KH. A Basyir, penerima tokoh politik bermartabat

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menggelar “Sumenep Award 2017, Minggu (31/12/2018) malam di depan Masjid Jamik Keraton Sumenep.

Pemberian anugerah yang bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi SAW bersama Ustadz Yusuf Mansur tersebut terdiri dari 18 kategori. Pemberian anugerah diberikan langsung oleh Bupati Sumenep, A Busyro Karim.

Berikut 18 kategori tokoh Sumenep Berprestasi

1. Kategori Tokoh Wanita Inspiratif, adalah :

Sunhiyah. Ia sejak tahun 1995  konsen terhadap isu-isu perempuan. Dia sukses menggerakkan dan mendampingi berbagai komunitas perempuan di Sumenep dan berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi fasilitator nasional, dia kini aktif mengabdi di BPM Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep.

2. Kategori Tokoh Petani Inspiratif, adalah :

Riyadi. Ia tergolong petani otodidak tapi sukses berkreasi. Lewat pola tanam TOT (Tanpa Olah Tanah) dia berhasil merubah pola pikir petani Desa Bakiong, Guluk-Guluk. Hasil yang dirasakan petani binaan Riyadi adalah biaya tanam super hemat dan hasil tanam melimpah.

3. Kategori Tokoh Pasukan Kuning adalah :

Bagus Gunawan. Pola pikir dia menganggap membersihkan sampah bukan semata pekerjaan. Tapi sebagai ladang ibadah. Atas keyakinannya, ia secara ikhlas membersihkan tumpukan sampah demi keindahan Kota Sumenep.

4. Kategori Tokoh Pelaku Wisata adalah:

Sutlan. Ia berhasil menggerakkan masyarakat di desanya untuk mengemas Pantai Sembilan menjadi tempat wisata yang menarik. Kini Pantai Sembilan, Gili Genting menjadi salah satu objek favorit wisatawan bila berkunjung ke Sumenep. Dan Pemprov Jatim memberi penghargaan peringkat ke dua dalam anugerah wisata Jawa Timur untuk kategori wisata alam.

5. Kategori Tokoh Kebudayaan adalah :

Tadjul Arifien R. Ia terlibat aktif sebagai pembina di berbagai sanggar kebudayaan dan seni di Sumenep. Seperti,  Pembina Topeng Kanak Putra Sumekar dan Sanggar Tari Rato Ancha. Selain itu, ia juga aktif mengumpulkan dokumen sejarah dan tradisi Sumenep.

6. Kategori Tokoh Sastra adalah :

Fendi Kachonk. Ia dengan semangat telaten, hingga mendirikan taman baca Arena Pon Nyonar di Desa Moncek Tengah, Kecamatan Lenteng. Dari sejumlah karyanya ia mendapat kepercayaan untuk bergabung untuk menyusun buku kebudayaan antara Indonesia dan Malaysia bersama para penyair ternama di Nusantara dan Asia.

7. Kategori Tokoh Penyandang Disabilitas adalah :

Misnaya. Ia sosok yang secara fisik memiliki kekurangan. Namun, soal karya dan kemandirian jangan tanya. Selain mahir melukis, dia juga cakap bila didaulat sebagai penceramah agama. Kata Misnaya, “Diriku bagaikan sungai kecil yang mengalir hanya untuk air samudera”.

8. Kategori Tokoh Aktivis Lingkungan adalah:

Mat Saleh. Ia berhasil menggerakkan pemuda dan warga Pulau Mamburit, Arjasa, Kangean. Setiap Jumat, dia gelar bersih-bersih pemakaman umum, tempat ibadah dan pantai. Termasuk melakukan penghijauan dengan menanam Cemara di sepanjang pantai. Kini, Pulau Mamburit menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang memukau.

9. Kategori Tokoh Pelestari Bahasa Madura adalah :

Moh. Taufik. Ia pernah dikukuhkan sebagai Sutradara Pangereng Pangantan Benosan, Lalamaran Dhuri Recek Saebu, dan Pangereng Pangantan Ngeka’ Sangger/ Tandhu. Dia sangat antusias menjadi motor dan motivator untuk menjaga kelestarian bahasa dan budaya Madura dengan cara menyusun buku ‘Sangkolan Bukona Tamba’.

10. Kategori Tokoh Panutan Politik Bermartabat (kategori khusus) adalah :

KH Ahmad Basyir AS. Namanya sudah harum sejak dahulu. Bukan hanya sebagai tokoh agama dan pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep. Tetapi, beliau juga tokoh panutan di dalam bidang politik. Konsisten memperjuangkan nilai-nilai ideologi yang diyakininya tanpa pamrih.

11. Kategori Tokoh Pelaku Ekonomi Kerakyatan adalah:

Uswatun Hasanah. Ia berhasil menggerakkan Koperasi Wanita Nur Hidayah sebagai lembaga keuangan berbasis kekeluargaan. Dengan pola pinjaman tanpa agunan dan bagi hasil ringan, sangat membantu geliat ekonomi masyarakat Desa Marengan Laok dan sekitarnya. Dengan modal awal berdiri Rp 20 juta di tahun 2009, saat ini telah memiliki asset Rp 400 juta.

12. Kategori Tokoh Peduli Pendidikan Wilayah Kepulauan adalah:

H. Amir Hosen. Ia merupakan tokoh inspiratif dalam memajukan pendidikan keagamaan di Pulau Sapudi. Sejak 1986, dia mendirikan MTs Miftahul Gayam dengan biaya sendiri. Termasuk pembangunan gedung dan segala biaya operasional sekolah dia biayai sendiri. Atas jasanya, para alumni Mts Miftahul Ulum bertebaran di birokrasi, pengusaha, akademisi dan kalangan profesional.

13. Kategori Tokoh Agama (kategori khusus) adalah :

KH Moh Asy’ari. Ia dikenal sosok yang alim dan sederhana. Di usia senja, beliau masih selalu berkhidmat di NU dan PKB yang selama ini menjadi pilihan pengabdian hidupnya.

14. Kategori Tokoh Tenaga Kesehatan adalah :

Ruskidah. Ia sebagai dukun beranak melayani masyarakat sepenuh hati dan tanpa pamrih. Sebelum ada bidan desa di Dusun Mandar Pulau Sapeken, ibu Ruskidah menjadi tumpuan warga untuk membantu persalinan. Meski waktu larut malam dan medan yang ditempuh sangat sulit dan berbahaya, ia tetap mendatangi rumah orang yang akan melahirkan. Tanpa melihat status sosial.

15. Kategori Tokoh Aktivis Kesehatan adalah :

Hadariadi. Ia tergolong aktivis dan pejuang kesehatan masyarakat miskin. Sejak 2010 hingga kini, lebih seribu warga miskin pengguna Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) yang didampinginya.Dia mendampingi pasien menggunakan biaya sendiri tanpa pamrih.

16. Kategori Tokoh Pemuda Desa Wisata adalah :

Syaiful Anwar. Ia aktif di dunia pariwisata sejak 2006. Sehingga ia terpilih sebagai Duta Wisata Sumenep. Kini ia menjadi Ketua Asosiasi Desa Wisata Indonesia (Asidewi) dan aktif mendampingi warga sekitar objek wisata agar terlibat aktif memajukan dunia pariwisata di Sumenep.

17. Kategori Tokoh Guru Ngaji adalah :

Kiai Arsyad Hafiluddin. Masyarakat lebih mengenal Kiai Arsyad. Pada tahun 1970, beliau mendirikan Langgar Tabing tempat mengaji para remaja di Dusun Kotte, Desa Longos, Gapura. Hingga kini Kiai Arsyad masih setia menjadi guru ngaji tanpa memungut iuran dari para wali santrinya.

18. Kategori Tokoh Pencipta Loko Sumekar (kategori khusus) adalah :

Raden Mas’oed. Ia berhasil menyisihkan 51 peserta sayembara pembuat lambang daerah Sumenep. Di tahun 1965, logo Sumekar dengan kuda terbang berhasil ia cipta. Dari tangan terampilnya, hingga kini menjadi simbol Pemerintah Kabupaten Sumenep.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.