oleh

Inilah 9 Kewajiban Suami Saat Masa Kehamilan Istri

PortalMadura.Com – Peran suami pada masa kehamilan istri sangat penting bagi kesehatan dan psikologis sang istri. Memiliki anak adalah dambaan setiap pasangan suami istri di seluruh dunia.

Kehadiran anak dalam suatu keluarga merupakan anugerah yang Allah berikan. Sehingga keluarga tersebut dapat melanjutkan keturunan yang akan menjadi generasi penerusnya kelak. Selama masa kehamilan, istri mempunyai beban yang lebih berat daripada biasanya, dari menjaga pola makan, pola istirahat dan tidak melakukan hal-hal yang berat.

Anda sebagai suami harus mengerti dan memahaminya, pekerjaan berat yang setiap harinya dikerjakan oleh istri kini harus dengan ikhlas dan lapang dada dilakukan oleh Anda. Tentu saja semua ini untuk menjaga kondisi kesehatan istri dan melindungi janin yang dikandung agar dapat nyaman dan rileks untuk menjalaninya.

Berikut sembilan kewajiban suami pada masa kehamilan istri:

Berikan Rasa Tentram pada Masa Kehamilan
Faktor utama yang harus dilakukan di masa istri Anda hamil adalah perasaan tenteram. Hindarkan istri Anda memikirkan suatu masalah yang rumit dan berat. Jauhkan pula dari kegalauan karena perasaan yang demikian akan menjadikan lemahnya janin yang dikandung dan risiko yang fatal adalah keguguran.

Berikan rasa tenteram yang hangat dan tulus, agar istri Anda dapat tenang dan rileks menjalani masa kehamilannya.

Hindari Pekerjaan yang Berat
Faktor lain yang harus diperhatikan adalah pekerjaan yang berat saat masa kehamilan. Jangan sampai istri Anda melakukan pekerjaan yang berat. Jika istri Anda seorang wirausaha atau bekerja di sebuah instansi perusahaan, sebaiknya yang harus Anda lakukan adalah mengantar jemput dan jangan biarkan istri Anda naik angkot atau naik motor sendirian dalam melakukan rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Pada saat di rumah jangan bebani pekerjaan yang berat dan membosankan, segera Anda mengambil alih pekerjaan rumah tangga yang biasa dilakukan istri seperti mencuci piring, menyapu, mengepel, dan lain sebagainya.

Berikan Asupan Makanan yang Sehat
Makanan yang sehat adalah asupan gizi yang penting bagi janin yang dikandung. Pada masa kehamilan, anjurkan mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan ikan laut yang banyak mengandung protein dan zat besi. Hindari makanan yang berlemak karena akan berdampak buruk pada istri dan juga janin yang dikandungnya.

Menuruti Keinginan Istri (Mengidam)
Banyak hal yang terkadang aneh pada masa istri Anda hamil seperti meminta sesuatu hal yang sulit didapatkan. Namun demikian, Anda harus berusaha untuk mewujudkannya karena itu adalah pembawaan dari janin yang dikandung.

Jangan sekali-kali meremehkan permintaan istri yang demikian, karena akan berdampak buruk pada istri dan janin yang dikandung.

Anjurkan Istirahat yang Cukup
Pada saat istri Anda hamil, istirahat yang cukup adalah faktor penting untuk kelangsungan janin yang dikandungnya. Sebagai suami, Anda harus memberikan ruang yang cukup agar istri Anda dapat menikma istirahat dengan nyaman dan tenang.

Aturlah pola tidur istri Anda dengan baik minimal 8 jam sehari, jangan tidur sampai larut malam atau terlalu lama tidur di siang hari.

Ajak Jalan-jalan Santai
Pada masa kehamilan, ada beberapa saraf atau sendi yang tegang. Oleh karena itu, ajaklah sang istri jalan-jalan santai di pagi atau sore hari. Biasakan melakukan hal ini setiap hari.

Hindari Asap Rokok
Jika Anda adalah perokok aktif sebaiknya tidak merokok di dekat istri, karena asap yang dikeluarkan oleh rokok banyak mengandung zat- zat berbahaya. Hal ini akan berdampak buruk bagi istri dan juga janin yang dikandungnya. Lebih baik lagi jika Anda berhenti merokok.

Menyiapkan Sarapan
Menyiapkan sarapan adalah tugas istri, namun pada saat istri sudah mendekati masa kehamilan dia sulit menjalankan kewajibannya. Peran Anda sekarang sebagai suami untuk menjalankannya. Bangun pagi untuk membuatkan sarapan bagi istri tercinta adalah hal yang sangat mulia saat istri Anda hamil.

Menghindari Percekcokan
Beberapa istri akan mudah emosional saat masa kehamilan. Ini wajar dikarenakan hormon yang kadang-kadang tidak stabil membuat perasaannya sensitif, peka, dan mudah marah. Anda sebagai suami harus menyadarinya dan jangan sampai ikut emosi menanggapi istri. (keluarga.com/Salimah)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.