oleh

Inilah Daftar Harga Terbaru Bahan Pokok Wilayah Selatan Pamekasan

PortalMadura.Com, Pamekasan – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur merilis harga bahan pokok di wilayah selatan pada minggu pertama April 2016.

Kepala Diperindag Pamekasan, Bambang Edy Suprapto mengurai, untuk harga beras mengalami penurunan dengan rincian beras kualitas super sebesar Rp 333 (-3.3%), KW 1 sebesar Rp 166 (-1.8%), KW II sebesar Rp 500 (-5.9%) dan KW III sebesar Rp 334 (-4.3%). Hal ini disebabkan stok beras banyak memasuki masa panen.

“Harga gula pasir tetap stabil, minyak goreng filma 2 liter sebesar Rp 334 (-1.6%), sania Rp 333 (-1.6%), sedangkan kenaikan harga terjadi pada minyak goreng curah tanpa merk sebesar Rp 167 (1.6%),” urainya, Selasa (5/4/2016).

Selain itu, daging sapi mengalami kenaikan, harga daging sapi murni KW I sebesar Rp 0.7%, daging ayam bloiler sebesar Rp 1.1%. Sedangkan daging sapi KW II mengalami penurunan sebesar Rp 1.1% dan daging ayam kampung sebesar Rp -4.3%.

Untuk harga jagung pipilan kecil dan pipilan besar mengalami penurunan masing-masing Rp 333 (-5.9%) dan Rp 333 (-7.1%). Menurut Bambang, kondisi ini disebabkan stok melimpah.

“Telur ayam bloiler mengalami penurunan harga Rp 667 (-3.8%) dan telur kampung sebesar Rp 166 (-5%). Hal ini dipicu karena nilai yang ditawarkan pemasok lebih rendah,” lanjut dia.

Masih menurut Bambang, ikan asin mengalami penurunan harga. Seperti  ikan asing KW 1 turun sebesar Rp 1.667 (-1.9%) dan ikan asin KW II (-2.6%) lantaran stok yang dimiliki pedagang banyak.

“Tepung cakra naik sebesar Rp 8.2% dan semar 7.3%. Minyak tanah stabil, tekstil stabil, sementara kacang tanah turun sebesar Rp -0.7%, kacang tanah basah sebesar Rp -6.6%, sedangkan kacang tanah hijau besar dan kecil tetap stabil,” bebernya.

Selain itu terdapat bahan pokok berupa Mie Instan harganya masih stabil, namun susu merk camation naik sebesar Rp 333 (3.2%), sedangkan susu merk indomilk tetap stabil. Untuk garam beryodium mengalami kenaikan juga, garam jenis bata naik sebesar Rp 4.5% dan garam halus sebesar Rp 2.8% lantaran nilai tebus cukup tinggi.

“Mentega bluebend turun Rp 1.000 (-4.0%), sedangkan mentega tanpa merk naik sebesar Rp 333 (2.8%). Harga Kopi stabil, kedelai stabil, kelapa terjadi kenaikan harga sebesar Rp 333 (5.3%) lantaran lambatnya distribusi,” pungkasnya. (Marzukiy/choir)

Komentar