Inilah Penyebab Peranakan Turun, Hati-hati!

  • Bagikan
Sakit Turun Peranakan
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Apakah Anda pernah mengalami rasa sakit dan nyeri di bagian rahim?. Jika iya, Anda perlu mewaspadainya. Sebab, hal tersebut bisa menjadi salah satu penyebab turunnya peranakan.

Perlu Anda tahu, posisi rahim yang normal ada di atas vagina, menggantung di dalam rongga pelvic (panggul). Sedangkan pada peranakan turun atau istilah dalam dunia medis adalah prolaps uteri, posisi rahim turun ke dalam vagina.

Bagi yang mengalami keluhan ringan, gejala ini bisa saja tidak terasa. Namun, jika sudah berat gejalanya ada baiknya segera dicari solusi terbaik untuk mengatasinya. Sebenarnya, ada beberapa penyebab turun rahim, berikut ulasannya:

Faktor Usia (menopause)
Ketika seorang wanita mencapai usia menopause, otot-otot dasar panggulnya mengalami pelemahan, sehingga dapat menyebabkan turun peranakan. Kelemahan kelompok otot dan Ligamen pada dasar panggul karena faktor usia (penuaan/menopause/usia di atas 55 tahun) di mana juga terjadi penurunan kadar hormon estrogen.

Kelainan Bawaan
Selain faktor usia, kelainan bawaan juga bisa menyebabkan lemahnya otot-otot dasar panggul.

Melahirkan Normal Berkali-kali
Melahirkan secara normal berkali-kali bisa menyebabkan terjadinya turun rahim, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan setelah persalinan, agar rahim tidak bergeser dari tempatnya.

Melahirkan Bayi Besar
Ibu yang melahirkan secara normal bayi berukuran besar sekitar 3,8 sampai 4 kilo ke atas juga memiliki risiko turun peranakan.

Proses Mengejan Kuat atau Divakum Ketika Persalinan
Riwayat persalinan dengan bantuan alat seperti forceps atau vakum sehingga menimbulkan robekan pada jalan lahir meningkatkan risiko terjadinya turun peranakan.

Tumor di Perut
Tumor di perut bisa menyebabkan rahim tertekan dan posisinya menurun.

Batuk Kronis yang Panjang dan Lama serta Mengangkat Benda Berat dan Sembelit
Penekanan dalam rongga perut seperti karena batuk lama, sering mengangkat berat, atau sering mengedan karena konstipasi (sembelit).

Bagi Anda yang mengalami rasa tidak nyaman di rahim, terutama yang melakukan beberapa poin di atas, bisa mempelajari lebih jauh gejala-gejala terjadinya penurunan peranakan ini agar dapat segera ditangani. Semoga bermanfaat. (ummi-online.com/Putri)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.