oleh

Istri Guru Yang Tewas di Tangan Siswa SMAN I Torjun Minta Pelaku Dihukum Berat

PortalMadura.Com, Sampang – Istri seorang guru honorer SMAN I Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, Anisah (25), meminta aparat penegak hukum agar pelaku penganiayaan yang menimpa suaminya hingga meninggal dunia dihukum seberat-beratnya.

“Saya minta pelaku diproses hukum yang seadil-adilnya,” ujar Anisah usai pemakaman suaminya, Jumat (2/2/2018).

Suaminya, Achmad Budi Cahyanto (bukan Cahyono) merupakan tenaga honorer SMAN I Torjun, Sampang, dengan memegang mata Pelajaran Kesenian. Korban diduga dianiaya oleh siswanya sendiri, berinisial MH kelas XI hingga berujung maut.

Penganiayaan itu terjadi pada saat jam pelajaran terakhir, Kamis (1/2/2018). Saat itu, pelaku tidak mendengarkan pelajaran dan justru mengganggu teman-temannya dengan mencoret-coret lukisan peserta didik yang lain.

Korban berusaha memperingati pelaku. Namun, bukan mengindahkan, melainkan tambah menjadi-jadi dan akhirnya korban menindak siswa tersebut dengan mencoret pipinya menggunakan cat lukis.

Tak terima dengan tindakan sang guru, pelaku tiba-tiba menghampiri korban dan menghajar membabi buta pada bagian kepala korban. Siswa lain dan para guru yang tahu peristiwa itu berusaha melerai.

Korban akhirnya mengadukan peristiwa tersebut kepada kepala sekolah setempat dan dilakukan mediasi. Dan korban mendapat izin pulang lebih awal. Sesampainya di rumah, korban merasa sakit leher hingga kepala pusing.

Karena semakin parah, pihak keluarga membawa korban ke RSUD Sampang dan akhirnya dirujuk ke RS dr Soetomo Surabaya. Sayang, sekitar pukul 21.40 WIB, Kamis (1/2/2018) pihak RSU dr Soetomo Surabaya menyatakan bahwa korban meninggal dunia.

Sejak mendapat kabar tersebut, Polisi Sampang bergerak cepat mengamankan pelaku.

Menurut Anisah, peristiwa tersebut tidak seharusnya menimpa suami tercintanya. “Ini masalah sepele, kenapa bisa menjadi seperti itu. Dan harus menghilangkan nyawa gurunya sendiri,” kata Anisah yang sedang hamil lima bulan.

Sambil mengelus kandungannya, Anisah juga meminta pemerintah daerah peduli dengan kehidupan anaknya kelak. “Anak ini masih di dalam kandungan dan sudah yatim,” ucap Anisah yang tampak tak kuat menahan tangis.(Rafi/Hartono)


Komentar