oleh

Isu Santet, Bupati : Perlu Turun Langsung Ke Masyarakat

PortalMadura.Com, Pamekasan – Meledaknya kembali isu santet yang nyaris memakan korban jiwa di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, langsung direspon Bupati Pamekasan, Ahmad Syafii.

Menurut bupati, perlu adanya sosialisasi khusus kepada masyarakat kerja sama dengan para kiai dan ulama yang ada. Dan adanya isu santet kali ini, bukan sekali ini saja, tetapi dulu pernah terjadi, bahkan lebih marak dari yang sekarang.

“Tidak hanya sekedar sosialisasi, tetapi saya dan Forpimda (Forum Pimpinan Daerah) nampaknya perlu turun langsung ke masyarakat memberikan sosialisasi,” katanya, usai mengikuti sidang paripurna di gedung DPRD setempat, Kamis (29/1/2015).

iklan hari santri

Proses hukum yang telah berjalan diserahkan sepenuhnya kepada aparat hukum, dan pihak pemerintah memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Saya dengan camat akan terus melakukan pemantauan, dan terkait dengan konflik isu santet perlu melakukan pendekatan ke bawah melalui tokoh masyarakat,” jelasnya.

Sebelumnya, Rupah (50) warga Desa Kadur Barat Kecamatan Kadur, Pamekasan, mengalami luka-luka serius setelah dianiaya oleh Hariri (31) warga setempat.

Peristiwa penganiaayan itu dilatarbelakangi oleh adanya isu santet. Mertua tersangka mengalami sakit keras dan diduga sakitnya karena disantet oleh perempuang yang sehari-harinya sebagai petani itu. (reiza/htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.