Isu Tokoh Kangean Terima Uang Miliaran dari Perusahaan Energi, Ini Fakta Sebenarnya!

Avatar of PortalMadura.com
Jumadi, Kepala Humas Survei Seismik KEI di Pulau Kangean
Jumadi, Kepala Humas Survei Seismik KEI di Pulau Kangean

PortalMadura.comKabar beredar di Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menyebut sejumlah tokoh masyarakat menerima uang miliaran rupiah dari perusahaan energi. Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar dan tidak memiliki dasar faktual.

Pernyataan tegas disampaikan oleh Jumadi Achmad, Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) kegiatan Survei Seismik yang dijalankan oleh Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI), pada Sabtu (1/11/2025).

Menurutnya, isu tersebut merupakan hasil pelintiran pihak tertentu untuk menggiring opini publik, menjatuhkan citra perusahaan, serta menciptakan konflik antara KEI dan tokoh lokal.

“Isu ini sengaja dipelintir oleh oknum tak bertanggung jawab agar masyarakat menilai tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai ‘pelindung’ perusahaan,” ungkap Jumadi.

Ia menegaskan bahwa tim humas KEI hanya menjalankan tugas sesuai prinsip komunikasi yang baik: membangun hubungan harmonis dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat.

Tidak ada transaksi finansial yang melibatkan para tokoh tersebut.

Jumadi juga menyayangkan penyebaran informasi yang didramatisir tanpa bukti. Ia mendesak masyarakat untuk tidak saling curiga, terutama terhadap tokoh agama yang selama ini menjadi penjaga stabilitas sosial di Kepulauan Kangean.

“Jika memang ada bukti konkret atas tuduhan itu, kami siap diusut tuntas melalui jalur hukum,” tegasnya.

Dukungan terhadap klarifikasi tersebut datang dari Darsono, warga Batu Guluk, Pulau Kangean. Ia mengonfirmasi bahwa kabar tersebut hanyalah drama untuk membingungkan masyarakat.

“Sampai sekarang kami masih mencari siapa pelaku di balik penyebaran informasi anonim ini,” kata Darsono.

Menurutnya, banyak informasi simpang siur beredar tanpa sumber jelas, sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan warga. Beberapa tokoh masyarakat kini aktif meluruskan narasi yang keliru tersebut.

“Masyarakat harus kritis dan memverifikasi setiap informasi sebelum percaya. Fakta harus jadi dasar, bukan asumsi atau provokasi,” imbuhnya.

Di tengah maraknya hoaks dan misinformasi, klarifikasi dari pihak terkait seperti ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan stabilitas sosial di wilayah terpencil seperti Kepulauan Kangean. Masyarakat diajak untuk bijak dalam menyikapi informasi—terutama yang berpotensi memecah belah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses