Jadikan Anak sebagai Sahabat Anda dengan Cara Ini

  • Bagikan
Jadikan Anak sebagai Sahabat Anda dengan Cara Ini
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Sebagai orang terdekat anak orang tua seharusnya bisa memosisikan diri sebagai sahabat anak. Karena, pola asuh orang tua dan keluarga sangat memengaruhi kepribadian anak. Tidak hanya masalah yang ada di rumah, di sekolahpun anak cenderung terbebani dengan berbagai mata pelajaran atau bahkan temannya yang mengganggu.

Oleh karena itu, menjadi sahabat dekat anak dengan cara menanyakan segala bentuk keluh kesah dan berbagi cerita sangat penting untuk dilakukan. Disamping bisa mengurangi beban anak, Anda juga bisa menjadi partner dalam lingkungannya. Semua berawal dari rumah. Lantas, bagaimana cara menjadi sahabat yang baik buat anak?. Sebelum melakukannya, Anda harus mengenali dulu beberapa tipe menjadi orang tua berikut ini:

1. Orang tua yang ditakuti refleksnya anak menjadi takut, ini pun kurang tepat dijadikan sahabat oleh anak.

2. Orang tua yang ingin dihormati refleksnya anak menjadi segan hingga tipe ini sangat sulit untuk dijadikan sahabat.

3. Orang tua yang disegani refleksnya anak menjadi enggan menceritakan segala sesuatu yang terjadi pada diri dan lingkungannya.

4. Orang tua yang dicintai, refleksnya anak menjadi nyaman menceritakan segala sesuatu perkembangan dalam kehidupannya.

Salah satu fase perkembangan manusia yang pertama egosentris, fase ini dialami pada masa bayi sampai usia TK. Fase serba harus dikabulkan segala keinginannya. Pada saat tipe ini terbawa pada usia SD atau SMP maka orang terdekat yang harus merubah perilaku hidupnya. Contohnya, terapkan Reward dan Funishment untuk mengurangi rasa egosentrisnya.

Sejak dari TK, SD sampai SMA pun tidak ada ilmu pembelajaran mengenai mengenal manusia secara filosofis hanya secara biologis. Coba lihat deh di kebun binatang, banyak ahli yang sengaja mempelajari tentang hewan, namun sayangnya sampai saat ini masih belum banyak ilmu yang memahami tentang menjadi manusia sejak dini.

Adapun ilmu mengenai manusia dikenal apabila manusia itu sendiri berminat mengetahuinya dengan cara mengambil jurusan ilmu psikologi pada tingkat pendidikan tinggi. Namun tidak semua dapat mengenyam pendidikan ini dan yang terjadi dalam kehidupan manusia hanya Trial and Error. Penyebab utama adalah ketidaktahuan ilmu menjadi manusia.

Kembali ke pola asuh menjadi sahabat anak, ketidakhadiran ayah dalam pola asuh pendidikan anak-anak menurut Elly Risman, cenderung seringkali mengakibatkan pendidikan seks rentan terkontaminasi lingkungan yang kurang baik misalnya dari tontonan dan sebaran internet yang sampai pada genggaman.

Peran ibu menjadi salah satu tonggak dalam pendidikan anak seperti disebutkan “ummi madrosatul ulla”. Sejak dari kecil tidak banyak orang tua yang memberikan pembelajaran mengenai filosofi, cara menjadi hidup cara menjadi manusia seutuhnya. Selama ini Anda sebagai manusia berbicara tentang superior dan interior atau kekuasaan dan materi.

Jadi, bagaimana cara tepat untuk menjadi sahabat anak adalah dengan mencontoh hubungan Anda dengan pasangan, berbicara heart to heart berbicara tentang kasih sayang begitupun dalam memperlakukan anak sebagai sahabat. Sebagai contoh Anda bisa bergerak adalah berdasarkan konsep pikiran. Salah satu anggota tubuh, tangan tidak pernah egois selalu menuruti apa yang ada dalam pikiran. Memakaikan kacamata, mengambil makanan dimasukkan ke dalam mulut itu atas dasar konsep pemikiran.

Apapun anggota tubuh yang Anda miliki sebagai manusia punya filosofi didalamnya. Filosofi itu mendasari setiap perilaku manusia. Hal yang sama berlaku untuk menerapkan anak sebagai sahabat. Penerapan konsep yang baik dari kedua orangtua menjadi dasar anak menuruti apa yang menjadi pemikiran orangtua, menuruti agar mereka mencintai dirinya, ayah bundanya lingkungan dan keluarganya.

Konsep ini akan membuat anak mendapat dukungan penuh dari orang tua dan kenyamanan untuk menceritakan segala sesuatu yang terjadi pada diri dan lingkungannya. Intinya, cobalah tanamkan sebanyak mungkin filosofi hidup pada anak-anak Anda semenjak dari kandungan bukan sejak dini ya. (ummi-online.com/Putri)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.