Jalani Laga Krusial, Justru Ditinggal Sang Kapten

  • Bagikan
Pemain Madura United Fabiano De Rosa Beltrame Foto Marzukiy
dok. Pemain , Fabiano De Rosa Beltrame, (Foto: Marzukiy)

PortalMadura.Com, Pamekasan – harus kehilangan stoper andalannya, Fabiano De Rosa Beltrame ketika menghadapi Barito Putra pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada tanggal 5 November 2017.

Pemain asal Brasil yang juga mengemban sebagai ban kapten itu harus rela memberikan dukungan kepada rekannya dari luar bench lantaran menjalani sanksi kartu merah yang didapat ketika menghadapi Persiba Balikpapan pada tangggal 29 Oktober lalu.

Namun demikian, menurut Pelatih , Gomes de Oliveira, absennya Fabiano pada laga pekan ke 32 tersebut tidak menjadi masalah besar karena masih ada pemain lain yang bisa menggantikan posisinya, termasuk ban kapten yang menjadi amanat pemain yang telah dua musim membela skuat Laskar Sape Kerrab tersebut.

“Kami masih memiliki beberapa pemain yang bisa mengisi posisi tersebut, karena kami akan turun dengan 11 pemain bukan dengan 10 pemain tanpa Fabiano,” ujar Gomes, Kamis (2/11/2017).

Adapun pemain yang biasa menggantikan posisi stoper yang ditempati Fabiano dan Fachruddin Wahyudi Aryanto adalah Munhar. Pemain ini juga tidak kalah kokoh ketika menjaga pertahanan meskipun pada musim 2017 selalu menjadi penghangat bangku cadangan. Sementara amanat ban kapten biasanya diambil alih oleh Fachruddin Wahyudi Aryanto.

“Kita manfaatkan keunggulan sebagai tuan rumah untuk memenangi pertandingan. Karena sebagai tuan rumah, kami memiliki masa revocery yang baik,” tambah pelatih asal Brasil ini.

Selain tanpa sang kapten, juga harus bermain tanpa dukungan suporter akibat sanksi yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI setelah terjadinya insiden saat menghadapi Pusamania Borneo FC di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan pada tanggal 13 Oktober lalu.

“Motivasi terbesar dari dua pertandingan kandang kami adalah berusaha memberikan yang terbaik bagi suporter yang tidak bisa menemani kami. Mereka tidak bisa datang ke tribun tetapi hati dan doa mereka kami rasakan,” tegasnya. (Marzukiy/Putri)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.