Jangan Panik, Lakukan 6 Trik Berikut Saat Janin Berhenti Bergerak

Avatar of PortalMadura.com
Jangan Panik, Lakukan 6 Trik Berikut Saat Janin Berhenti Bergerak
ilustrasi

PortalMadura.Com – Merasakan pergerakan janin di dalam kandungan tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu. Aktifnya janin yang bergerak itu jadi tanda bayi yang tumbuh dengan normal.

Tapi Anda tidak perlu khawatir saat janin tiba-tiba berhenti bergerak. Karena, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut untuk memancing si kecil bergerak kembali.

Sebelum melangkah ke cara-caranya ada hal yang perlu Anda ketahui terlebih dahulu. Umumnya, Anda sudah bisa merasakan pergerakan janin kira-kira pada rentang usia kehamilan sekitar 18 hingga 25 minggu. Pergerakan dapat terus terjadi hingga waktu persalinan tiba.

Lantas, kenapa janin bisa berhenti bergerak?. Ada beberapa alasan yang mendasari hal tersebut, seperti dia mungkin sedang tidur, tubuhnya sudah membesar sehingga rahim Anda tidak menyediakan cukup ruang untuknya bergerak, kemungkinan dia kekurangan oksigen, atau dia tidak berenergi karena tidak mendapat asupan nutrisi yang cukup dari Anda.

Nah, berikut trik-trik yang bisa Anda lakukan untuk memancing si kecil bergerak:

1. Cobalah membuat suara gaduh. Anda bisa menyetel musik dengan suara kencang atau membesarkan volume televisi untuk melihat apakah ada respon gerakan dari dalam sana.

2. Minum sesuatu yang sangat dingin. Air yang dingin bisa mengubah temperatur di dalam tubuh Anda dan si kecil mungkin bisa merasakan perubahan tersebut. Hal ini bisa membuatnya bergerak untuk mencari celah dengan temperatur yang membuatnya nyaman.

3. Ketika tubuh Anda terus bergerak, janin mungkin merasa seperti diayun sehingga membuatnya pulas tertidur. Coba berhenti menggerakkan tubuh Anda sejenak, karena hal ini mungkin bisa membuatnya terbangun.

4. Mengonsumsi sesuatu yang manis bisa memancingnya bergerak.

5. Coba posisikan diri Anda pada kondisi yang bisa membuat tubuh Anda tidak nyaman. Hal ini mungkin bisa membuat janin menggeliatkan tubuhnya karena turut merasakan ketidaknyamanan.

6. Berbaringlah pada sisi kiri tubuh Anda. Posisi ini bisa memperlancar sirkulasi, yang mana hal ini dapat memicu janin menjadi lebih aktif bergerak.

Jika Anda mulai merasakan adanya gerakan dari dalam perut setelah mempraktikkan trik di atas, kemungkinan kondisi janin Anda baik-baik saja. Namun, Anda harus tetap memonitor gerakannya agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan menimpa Buah Hati Anda.

Apabila Anda tidak kunjung merasakan janin bergerak setelah memberikan stimulus atau jika selama beberapa hari dia tidak bergerak setidaknya sebanyak sepuluh kali dalam kurun waktu dua jam, segera konsultasikan ke dokter kandungan Anda.

Saat mengosultasikan keadaan ini, dokter akan memeriksa kondisi janin Anda seperti memantau detak jantungnya, atau mengecek jumlah cairan ketuban yang mengelilinginya, serta mengukur ukuran tubuhnya. Jika semuanya dalam keadaan normal, Anda bisa pulang namun harus lebih waspada dengan kondisi ini.

Pantau terus Anda dengan membuat catatan pergerakan janin harian. Catatan yang mudah dan banyak digunakan adalah waktu yang diperlukan untuk 10 gerakan. Misalnya, pada minggu ke-30 hari Senin, janin bergerak sebanyak 10 kali dari pukul 10:00 – 10:50 (Total: 50 Menit). Lakukan hal yang sama pada hari-hari berikutnya.

Jika Anda kembali tidak merasakan pergerakan atau gerakan janin kian berkurang setiap harinya, segera periksakan diri lagi ke dokter kandungan. Semoga bermanfaat dan tetap jaga dengan baik kesehatan Anda. (alodokter.com/Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.