oleh

Jangan Terjebak Iming-iming, Sumenep Butuh Pemimpin Yang Punya Hati

PortalMadura.Com, Sumenep – Rakyat Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan memilih pemimpin pada perhelatan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, 23 September 2020.

Bursa calon pun sudah mulai melakukan komunikasi politik dengan berbagai elemen masyarakat. Ada yang memposisikan sebagai calon Bupati maupun wakil Bupati meskipun belum ada deklarasi resmi dari partai politik yang akan mengusung.

iklan pilbup

Berkaitan dengan hal itu, salah seorang advokat Sumenep, H. Mohammad Siddik, SH mengaku prihatin dengan suhu politik yang mulai memanas. Seharusnya, dalam berpolitik wajib santun dan patuh terhadap aturan dan regulasi yang sudah ada.

“Masyarakat wajib sadar dengan kondisi dan suhu politik sekarang ini. Jangan terjebak dengan janji-janji atau iming-iming. Ini pembodohan terhadap masyarakat Sumenep,” kata Siddik, sapaan akrab H. Mohammad Siddik, SH pada PortalMadura.Com, Rabu (15/1/2020).

Menurutnya, situasi politik sudah tidak lagi demokratis, saling menghujat dan memberikan masukan terhadap pemilih mulai terjadi kurang baik. “Ini tidak sehat dan tidak relevan lagi,” ujarnya.

Pihaknya mengingatkan masyarakat Sumenep agar tidak salah dalam menentukan pilihan pada Pilkada 2020. Salah memilih tahun ini berarti dalam lima tahun ke depan Sumenep akan suram.

“Kita butuh pemimpin merakyat dan peduli. Tapi, kadang merakyat karena ingin dipilih. Di sini harus betul-betul memilih yang peduli,” tandasnya.

Rasa peduli yang didasari keimanan dan keikhlasan aromanya berbeda. Misalnya, peduli saat ada bencana, peduli terhadap orang awam, peduli terhadap alam Sumenep, peduli terhadap warga miskin.

“Baik yang baru hadir dalam perpolitikan Sumenep maupun yang sudah lama, yang perlu kita lihat adalah bagaimana kiprah mereka selama ini, bagaimana kepedulian terhadap masyarakat Sumenep. Sudahkah mereka berbuat atau belum?. Trek record (rekam jejak, red) itu penting,” ujarnya.

Masyarakat diminta tidak hanya melihat satu sudut pandang terhadap para calon yang akan bertarung di Pilkada 2020. “Figur yang hanya bermodalkan money politik tanpa didukung dengan kemampuan untuk melakukan perubahan sulit untuk diwujudkan jika tidak didasari dengan keimanan dan keikhlasan,” katanya.

Ada calon yang berusaha mengenalkan silsilah (garis keturunan) bagi masyarakat. Bagi Siddik, tidak menjadikan jaminan akan mampu melakukan perubahan terhadap Sumenep. “Dari pemerintahan yang ada sekarang ini, ayo perbaiki yang dinilai kurang. Dan saya pikir sudah ada perkembangan,” pungkasnya.(*)

Video Menikmati Penginapan Pantai Sembilan Sumenep (Jangan Lupa Bahagia)

Penulis : Hartono
Editor : Putri Kuzaifah
Tirto.ID
Loading...

Komentar