PortalMadura.com–Petenis putri Indonesia Janice Tjen mencetak sejarah baru dengan menembus peringkat 47 dunia versi Asosiasi Tenis Putri (WTA) pada pekan pertama Februari 2026. Pencapaian ini menjadikannya wanita Indonesia pertama abad ke-21 yang mampu menembus jajaran 50 besar dunia, sekaligus petenis putri kedua sepanjang sejarah Indonesia setelah legenda Yayuk Basuki.
Kenaikan 12 peringkat dari posisi 59 ke 47 tidak lepas dari penampilan impresif Janice di Australian Open 2026 yang berlangsung di Melbourne pada pertengahan Januari lalu. Di babak pertama, petenis berusia 23 tahun itu mengalahkan unggulan ke-23 asal Kanada, Leylah Fernandez, dalam pertandingan yang menjadi kemenangan terbesar dalam kariernya. Kemenangan tersebut juga mencatatkan namanya sebagai petenis putri Indonesia pertama yang memenangi laga utama Grand Slam di Melbourne sejak Yayuk Basuki pada 1998.
Langkah Janice berhenti di babak kedua setelah dikalahkan mantan petenis nomor satu dunia Karolina Pliskova asal Republik Ceko. Namun, hasil tersebut cukup untuk mendongkrak peringkatnya ke level tertinggi dalam kariernya. Data dari laman resmi Tennis.com, yang dirilis pada 2 Februari 2026, mengonfirmasi posisi barunya di peringkat 47 dunia.
Pencapaian ini melengkapi rangkaian terobosan Janice dalam dua tahun terakhir. Pada US Open 2025, ia menjadi petenis putri Indonesia pertama yang menang di babak utama Grand Slam sejak Angelique Widjaja di Roland Garros 2003. Oktober lalu, ia menembus Top 100 WTA—pertama kali bagi Indonesia sejak Widjaja pada 2004. Sebulan berselang, Janice merebut gelar WTA pertamanya di Chennai, India, yang sekaligus menjadi gelar WTA perdana bagi Indonesia sejak Widjaja pada 2002.
Dengan peringkat 47, Janice kini menjadi petenis putri Indonesia dengan ranking tertinggi kedua sepanjang sejarah, melampaui rekor Angelique Widjaja (55) dan hanya berada di bawah Yayuk Basuki yang pernah mencapai peringkat 19 dunia pada 1997. Konsistensi Basuki di jajaran Top 50 sepanjang dekade 1990-an kini mendapat penerus setelah jeda hampir tiga dekade.
Terobosan Janice membawa harapan baru bagi tenis putri Indonesia yang sempat vakum dari percaturan dunia selama lebih dari dua dekade. Dengan usia yang masih muda dan tren peningkatan performa yang konsisten, masa depan tenis Indonesia di kancah internasional kini tampak semakin cerah.





