Jelang Gerhana Bulan Total, Ini Penjelasan Tim ITB di Sumenep

Avatar of PortalMadura.Com
Jelang Gerhana Bulan Total, Ini Penjelasan Tim ITB di Sumenep
Menjelang gerhana bulan total (Micro Blood Moon)

PortalMadura.Com, – Menjelang total yang kebetulan bulan saat ini sedang berada di apogee atau berada pada jarak terjauh dengan Bumi sehingga awam menyebutnya sebagai Micro Blood Moon karena bulan akan berwarna merah darah, Tim ITB mengawali dengan mengenalkan tata surya pada siswa SMAN I Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat malam (27/7/2018), di halaman sekolah setempat.

Salah satu tim dari ITB, Dr. Endang Soegiartini menjelaskan, sejumlah planet dapat dilihat langsung tanpa harus menggunakan alat teleskop. Namun, untuk memperjelas wujud dari planet itu diperlukan alat.

“Kebetulan langit disini bagus. Artinya, tidak banyak terganggu dengan cahaya buatan sehingga kita dapat melihat langsung keindahan tata surya kita,” katanya di Sumenep.

Selama mengenalkan tata surya pada siswa, ia bersama tim ITB yang lain mengenalkan posisi tata surya seperti Mars, Saturnus dan Jupiter serta rasi bintang lainnya. “Kita memang sengaja ke Sumenep dalam rangka mengenalkan ilmu astronomi dan kebetulan bersamaan dengan gerhana bulan,” ujarnya.

https://youtu.be/E_g2FveiSsA

“Gerhana bulan total tidak berdampak terhadap kehidupan manusia. Tidak benar jika ada anggapan akan terjadi sesuatu bagi penduduk bumi,” tegas Endang Soegiartini.

Menurutnya, gerhana bulan total terjadi karena memang bumi sedang berada diantara matahari dan bulan. “Bagi kami, ini indah dan kita nikmati. Selain memang untuk kepentingan penelitian,” katanya.

Bahkan, pihaknya juga menepis adanya anggapan akan berdampak pada gelombang pasang. “Sekarang memang gelombang sedang tinggi, tapi bukan karena gerhana, karena memang musimnya. Lalu pas purnama, air laut mengalami pasut maksimum, kebetulan purnama saat ini terjadi gerhana Bulan” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya tetap meminta para nelayan dan masyarakat umum lainnya yang beraktivitas di laut tetap waspada dan hati-hati dengan kondisi laut. “Kalau gerhana memang tidak ada kaintannya dengan pasut (pasang surut) air laut,” tandasnya.

Baca : Gerhana Bulan Merah Darah Berlangsung Dini Hari Selama 1 Jam 42 Menit

Baca : Gerhana Bulan Merah Darah Picu Emosi Tinggi dan Tanda Kiamat. Benarkah?

Baca : Tak hanya Gerhana Bulan, Hujan Meteor Hingga Penampakan ‘bulan kembar’

BacaTata Cara Salat Gerhana Bulan Merah Darah 28 Juli 2018

Endang Soegiartini datang ke Sumenep bersama Kelompok keilmuan Astronomi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ITB, yakni Evan Irawan Akbar dan Lucky Puspitarini.

Para pakar astronomi tersebut akan menikmati gerhana bulan total hingga pagi hari di halaman SMAN I Sumenep. “Walaupun siswa misalnya pulang semua, kami tetap disini sampai pagi,” tutupnya.(Nanik/Hartono)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.