Jelang Nataru, Dua Bandara di Sumenep Tetap Beroperasi

  • Bagikan
Jelang Nataru Dua Bandara di Sumenep Tetap Beroperasi
dok. Pesawat Take Off di Bandara Trunojoyo Sumenep (Taufikurrahman @portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Dua bandar udara (Bandara) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tetap beroperasi menjelang natal dan tahun baru (Nataru) 2022.

Dua bandara itu, Bandar Udara (Bandara) Trunojoyo dan Bandara Pagerungan (Pulau Pagerungan) Kabupaten Sumenep. Rute Bandara Trunojoyo – Bandara Pagerungan dilayani pesawat perintis.

Kepala Divisi Transportasi Bandar Udara Pagerungan, Sumenep, Okky Koes, Selasa (30/11/2021) menjelaskan, pengguna jasa maupun pilot tetap harus memerhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku.

“Di antaranya menunjukkan rapid antigen dan kartu vaksin covid-19,” terangnya.

Pihaknya menyampaikan, sejak penerbangan perdana selama masa pandemi ke Bandara Pagerungan yang dilakukan pada Selasa 5 Oktober 2021 tidak ada kendala.

Hal serupa disampaikan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (Bandara) Kelas III Trunojoyo Sumenep, M. Qodri Arqodri Arman.

Penerbangan dari Bandara Trunojoyo Sumenep tetap dioperasikan. “Syaratnya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. Yakni vaksin Covid-19,” katanya.

Sementara waktu tempuh perjalanan udara dari Bandara Trunojoyo Sumenep ke Bandara Pegerungan dan sebaliknya dengan pesawat perintis butuh sekitar 1 jam.

Bandara Pegerungan sendiri secara resmi dioperasikan sejak tahun 2019 yang dilayani pesawat Cessna Grand Caravan berkapasitas 10 penumpang milik Susi Air.

Bandara Pagerungan yang berlokasi di Desa Pagerungan Besar, Pulau Pagerungan, Kecamatan Sapeken, Sumenep milik kontraktor kontrak kerja sama (K3S) atau perusahaan migas, KEI. Statusnya disetujui oleh Kementerian Perhubungan menjadi bandara umum.

Awalnya, Pemkab Sumenep bersama Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo dan sejumlah pihak menggagas adanya penerbangan perintis ke Pulau Pagerungan sejak awal 2017.

Sebelum ada bandara, aktivitas ke wilayah Sapeken harus ditempuh dengan menggunakan kapal besi/baja dengan jarak tempuh kisaran 13-14 jam dan butuh sekitar 7 jam bila menggunakan kapal cepat.

Dengan beroperasinya Bandara Trunojoyo dan membuka rute perintis ke Pagerungan (Bandara Pegerungan) hanya butuh waktu tempuh 1 jam perjalanan udara.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.