oleh

Jembatan Penghubung Desa Ambruk, Lima Warga Jadi Korban

PortalMadura.Com, Pamekasan– Jembatan penghubung antara Kelurahan Kowel dan Desa Toronan Kecamatan Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur ambruk. Ironisnya, lima warga menjadi korban saat melintas di jembatan yang terbuat dari bambu tersebut.

“Jembatan itu hasil swadaya masyarakat yang sudah dibangun lama dan sekarang kondisinya sudah lapuk. Dan jembatan itu akses satu-satunya menuju makam,” terang Ismail, Jum’at (8/7/2016).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun PortalMadura.Com, adapun lima warga yang menjadi korban tersebut masing-masing bernama Kholifah beserta suaminya Karim, Abd. Jalil, Farida dan Dini Rianti. Kelimanya masih memiliki hubungan kerabat dekat.

Musibah yang terjadi pada tanggal 6 Juli lalu itu, kelimanya bermaksud akan mengaji di makam leluhurnya usai melaksanakan solat Idul Fitri. Tapi naas, saat melintas di lokasi kejadian, jembatan yang sudah lapuk itu tiba-tiba ambruk. Tak pelak, kelimanya langsung jatuh ke dalam sungai.

Ismail yang kini duduk di DPRD Kabupaten Pamekasan itu menambahkan, akibat peristiwa tersebut dua korban yakni Karim dan Kholifah mengalami patah tulang, sementara korban lainnya luka-luka.

Dikatakan, jembatan dengan panjang 20 meter dan tinggi 7 meter itu harus menjadi perhatian pemerintah demi kenyamanan dan keamanan masyarakat. Tentunya dengan cara dibangun menggunakan beton supaya kondisinya lebih kokoh.

“Kami merasa prihatin dengan musibah ini, peristiwa ini nantinya akan kami bahas di dewan. Termasuk tindak lanjut pembangunannya, apalagi di dapil I ini masih banyak jembatan yang masih tradisional,” pungkasnya. (Marzukiy/har)


Tirto.ID
Loading...

Komentar