oleh

Jihad Corona di Sumenep Belum Usai

PortalMadura.Com, Sumenep – Corona Virus Disease (Covid-19) menjadikan sebagai tantangan global. Banyak negara di dunia melakukan berbagai upaya, namun belum mampu melakukan gerakan jitu untuk membasmi kasus Covid-19.

Di Indonesia sendiri, para kepala daerah, baik gubernur, Wali kota, dan Bupati berlomba-lomba menekan angka kasus Covid-19. Tak terkecuali yang dilakukan Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Busyro Karim.

Sejak awal Covid-19 menimpa empat (4) warga Kabupaten Sumenep, terkonfirmasi positif Covid-19, pada Jumat (24/4/2020) dari klaster pelatihan petugas haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, (9-18/3/2020), A Busyro Karim menyatakan “perang” melawan Covid-19.

Bahkan, orang nomor satu di Sumenep itu menyatakan wajib menjaga nyawa manusia. “Menjaga nyawa itu wajib dan jika kita mati adalah jihad,” tandas Busyro, pada takbir online Idul Fitri 1441 H, Minggu (24/5/2020).

Ketegasan Bupati Sumenep, A Busyro Karim tidak disambut positif semua pihak. Salah satunya, pada proses penyemprotan disinfektan di masjid Jamik Kota Sumenep justru mendapat perlawanan dari takmir masjid.

Namun, “bendera jihad” melawan Covid-19 tak pernah surut. Upaya menekan dan memutus mata rantai virus yang berasal dari Wuhan China itu terus dilakukan, baik dengan kinerja, program maupun dengan kebijakan serta diimbangi dengan lahirnya berbagai peraturan bupati (Perbup).

Kini, sudah delapan bulan Covid-19 melanda warga Kabupaten Sumenep. Jihad melawan Covid-19 nampaknya belum berakhir hingga hari ini, Senin (23/11/2020).

Pada peta sebaran Covid-19 Kabupaten Sumenep, sudah 714 positif terkonfirmasi Covid-19. Kasus sembuh 651 orang. Dan meninggal dunia tercatat 40 orang. Sedangkan suspek masih 23 kasus.

Dari 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep, tiga kecamatan berstatus orange atau resiko sedang, yakni Kecamatan Kota, Bluto dan Kecamatan Talango (kepulauan Poteran).

Zona kuning disandang 10 kecamatan, meliputi Kecamatan Ambunten, Manding, Batuputih, Gapura, Batuan, Kalianget, Lenteng, Saronggi, Pragaan dan Guluk-Guluk. Sisanya, 14 kecamatan berstatus zona hijau.

Bupati Sumenep, A Busyro Karim mengaku harus telaten dan sabar dalam memberikan pemahaman dan kesadaran warga untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) sehingga penyebaran kasus Covid-19 lebih cepat hilang dari bumi Sumekar.

Melibatkan semua pihak, seperti organisasi kemasyarakatan, antara lain, muslimat NU dan oranisasi ibu-ibu dinilai sangat efektif untuk memberi pemahaman dan kesiapan membangun kehidupan dengan kebiasaan baru.

“Pendekatan dengan kearifan lokal itu wajib dilakukan. Bahkan, melalui peran para tokoh agama dan tokoh lainnya justru lebih muda diterima dan dipahami oleh masyarakat,” katanya.

Tidak cukup hanya dengan pendekatan sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan tanpa mendahulukan proses pembinaan dan bimbingan yang konsisten dari para tokoh agama, tokoh masyarakat dan perangkat abdi negara dari tingkat kabupaten hingga RT.

Kampanye protokol kesehatan dan gerakan penegakan disiplin tetap berlangsung hingga pelosok desa. Kesadaran dan kesiapan menghadapi tatanan baru kini mulai terasa. Keberadaan bidan desa juga dijadikan ujung tombak untuk menumbuhkan kesadaran pola hidup sehat dengan pemenuhan imun yang kuat.

Unsur TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan serta pihak lain, betul-betul dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah bersama Satgas Covid-19 dalam memutus mata rantai Covid-19 dari bumi Sumenep.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S menyebutkan, guna memutus mata rantai Covid-19, Polres Sumenep sudah menjalankan program desa/ kelurahan tangguh Covid-19.

“Semuanya memang ditarget menjadi wilayah tangguh Covid-19,” katanya.

Wilayah Kabupaten Sumenep terdiri dari 330 desa dan empat kelurahan. Tersebar di 27 kecamatan. Sembilan kecamatan di antaranya, masuk wilayah kepulauan Sumenep.

Untuk daerah tertentu, kata dia, launching desa tangguh Covid-19 dilakukan oleh Polsek Jajaran. “Jadi, semua warga wajib mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya.

Menurut dia, kesadaran masyarakat memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan serta menghindari kerumunan terus meningkat.

“Kampanye 3M [memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan] itu kita lakukan. Pembagian masker gratis jalan terus,” terangnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edi Rasiyadi mengakui jika kampanye 3M terus digalakkan oleh semua komponen Forkopimda.

Penegakan disiplin terhadap Protokol Kesehatan (Prokes) harus tetap diterapkan. Pemerintah daerah bersama Satpol PP, TNI-Polri terus gencar mengkampanyekan disiplin prokes.

“Kita sama-sama tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir. Makanya, memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak tetap harus dilakukan,” katanya.

Penegakan disiplin prokes, kata dia, perlu terus ditingkatkan khususnya di wilayah pedesaan. “Kesadaran mereka [sebagian wilayah] memang perlu ditingkatkan. Tapi, mereka imunnya lebih kuat,” tandasnya.(*)

Penulis : Hartono
Editor : Lisa Mana L

Komentar