oleh

Joko Suwarno Mundur Sebagai Camat Batang-Batang

PortalMadura.Com, Sumenep – Camat Batang-Batang, Joko Suwarno, resmi mundur dari jabatannya, Senin (23/8/2021).

“Ia mundur dari jabatan Camat,” terang Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, Abd. Madjid, usai menemui pengunjuk rasa di depan Kantor Bupati, Senin (23/8/2021).

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Pihaknya menjelaskan, pada Rabu (18/8) (BKPSDM) dan Inspektorat telah memanggil yang bersangkutan (Camat Batang-Batang).

Kala itu, Camat Batang-Batang dimintai klarifikasi, dua hari setelah itu, Jumat (20/8/2021), Camat membuat surat pernyataan pengunduran diri dari jabatanya.

Kasus ini, kata dia, merujuk pada Peraturan Bupati (Perbup) nomor 31 tahun 2017, Majelis kode etik PNS yang diketuai oleh Sekdakab Sumenep, Kepala BKPSDM selaku sekretaris, dan anggotanya adalah Inspektorat, Bagian Hukum dan Bagian Organisasi, telah mengkaji dan membahasnya.

“Saat ini kami tengah proses itu, nanti akan lahir keputusan bapak bupati, yang bersangkutan melanggar kode etik PNS,” terangnya.

Saat ini, yang bersangkutan sudah mundur. “Saya kira beliau peka dan gentleman, seorang pejabat berani mengakui kesalahannya dengan mengundurkan diri dari jabatannya,” katanya.

Karena sudah mundur dari jabatannya, lanjut Madjid, posisi yang bersangkutan menjabat dimana, menunggu keputusan majelis kode etik.

“Karena mundur dari posisi Camat, nanti ke staf, tempatnya dimana, akan ditentukan tim penilaian kinerja nanti,” terangnya.

Sementara pengganti posisi Camat Batang-Batang, akan diisi oleh Pelaksanan Tugas (Plt) sampai ada pelantikan.

“Insyaallah akhir Agustus nanti, bapak Bupati sudah bisa melantik, tanggal pelaksanaanya kapan, kami masih menunggu,” pungkasnya.

Sebelumnya, perkataan seorang oknum Camat di Kabupaten Sumenep sedang viral melalui platform WhatsApp. Perkataan itu dalam bentuk video berdurasi 30 detik.

Dalam cuplikan video yang bercampur bahasa Madura terdapat kalimat ” …Curi sapinya, kata Bupati. sampai begitu. Curi sapinya orang yang tidak mau divaksin…”.

Sementara, Camat Batang-Batang, Sumenep, Joko Suwarno mengaku sudah mengetahui dan membenarkan video tersebut sedang viral. Perkataan tersebut hanya guyonan. (*)

Tonton Juga Pernyataan Camat Batang-Batang pasca video ‘Keco’ Sapena‘ warga yang tidak mau divaksi viral.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar