oleh

Jokowi Harus Redam Polemik Perbedaan Agama Gibran-Selvi

PortalMadura.Com, Jakarta – Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, persoalan pernikahan putra Jokowi Gibran Rakabuming dengan Selvi Ananda akibat dari perbedaan keyakinan menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat. Pasalnya, pernikahan beda agama di Indonesia masih menjadi sesuatu yang dilarang.

“Keputusan untuk menunjuk wali hakim menjadi terobosan paling bijak untuk kedua belah pihak, mengingat keluarga selvi yang kebetulan beragama non muslim. Akan tetapi tentu konsekuensi yang harus diambil adalah salah satu calon mempelai harus pindah keyakinan”, tutur Jajat, Kamis (11/6/2015).

Jajat menilai, adalah wajar jika masyarakat bertanya-tanya apakah benar Selvi Ananda telah berpindah keyakinan. Pasalnya, meskipun suatu pernikahan adalah sesuatu yang pribadi, akan tetapi mengingat yang menjadi mempelai laki-lakinya adalah anak dari Presiden Indonesia, tentu hal ini menjadi perhatian khusus di masyarakat yang menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku, salah satunya mengenai permasalahan pernikahan berbeda keyakinan.

“Negara dengan tegas telah mengatur bagaimana prosesi sebuah pernikahan harus di jalankan. Jika memang pernikahan Gibran dan Selvi masih berdasarkan berbeda keyakinan, tentu akan menjadi polemik besar di masyarakat. Pasalnya, aturan yang berlaku tentu harus mengikat kepada siapapun tanpa terkecuali. Ini yang harus menjadi pertimbangan Jokowi, jangan sampai membuat kebingungan di kalangan masyarakat”, tutup Jajat.(rls/choir)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.