oleh

Jurnalis Pamekasan Kutuk Kekerasan Pada Wartawan

PortalMadura.com, Pamekasan -Puluhan pekerja pers di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menggelar unjuk rasa ke Kantor DPRD Pamekasan, terkait adanya dugaan oknum anggota dewan yang melakukan intimidasi dan nyaris terjadi aksi kekerasan terhadap seorang wartawan, yang diduga akibat memberitakan kasus korupsi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Bindang Kecamatan Pasean, Selasa (20/5/2014).

Para wartawan dari berbagai media massa itu mendatangi kantor DPRD dengan mengusung sejumlah poster yang diantaranya bertuliskan, senjata wartawan adalah pena dan bukan pentungan, tiada berita seharga nyawa dan Save Jurnalis.

“Pers adalah bagian dari pilar demokrasi, sehingga tidak boleh dikebiri apalagi diintimidasi. Jika oknum anggota dewan melakukan tindakan kekerasan pada wartawan, maka lembaga dewan harus menindaknya dengan tegas,” kata Taufq, salah satu orator aksi.

Sementara orator lainnya, Sukma Firdaus juga mengatakan, pihaknya sangat mengutuk keras adanya cara-cara premanisme yang dilakukan oknum anggota dewan yang merasa tersinggung karena diduga terlibat kasus korupsi.

iklan hari santri

“Masih banyak cara lain untuk menyelesaikan sengketa pers atau siapapun yang merasa dirugikan dengan pers, tidak dengan cara kekerasan karena jurnalis dilindungi oleh undang-undang,” tegasnya.

Sementara, Ketua DPRD Pamekasan Halili ketika menemui sejumlah wartawan itu juga bilang, pihaknya sudah membaca dan mendengar bahwa ada anggota DPRD yang diduga melakukan aksi premanisme dengan mendatangi rumah salah seorang wartawan. Dan jika kejadian itu dianggap adalah sebuah tindakan kriminal silakan diselesaikan secara hukum.
“Jika memang hal itu dianggap melanggar hukum maka saya serahkan sepenuhnya pada aparat,” katanya.

Menurut Halili, jika apa yang dilakukan oknum anggota dewan itu melanggar kode etik DPRD, yang pasti Badan Kehormatan Dewan akan mengambil langkah konkrit.

“Kalau dalam kajian kami itu melanggar kode etik DPRD, maka jelas akan ditindak sesuai dengan pelanggaran. Maka dari itu beri waktu kami mengkaji masalah ini,” terangnya.

Sebelumnya, wartawan Pamekasan Totok Iswanto didatangi massa ke rumahnya di Bluto Sumenep, yang diduga oknum anggota dewan dan kawan-kawan. Mereka klarifikasi soal berita korupsi TPA Desa Bindang Pasean/ yang diduga ada keterlibatan oknum anggota dewan.(reiza/nia)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.