oleh

Kadisdik Sumenep Tepis Tudingan Dugaan Korupsi Bangunan Baru

PortalMadura.Com, Sumenep – Kepala Dinas Pendidikan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, A Shadik menepis tudingan adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan gedung Disdik yang baru ditempati.

“Kalau menduga itu sah-sah saja, tapi yang jelas tidak ada tindakan korupsi dalam pembangunan kantor yang baru ini. Kami laksanakan proyek pembangunan sesuai mekanismenya,” ucap Shadik kepada wartawan, Jum’at (20/5/2016).

Menurutnya, gedung tersebut dibangun sejak tahun 2014 dengan anggaran sebesar Rp3,5 miliar lebih. Pada tahap pertama itu, proyek pembangunan dimenangkan oleh PT Lince Lumawiraya Surabaya.

“Karena pekerjaannya tidak selesai sesuai batas waktu, akhirnya diputus kontrak,” terangnya.

Pada tahun 2015, lanjutnya, pekerjaan proyek dilanjutkan. Pada pengumuman lelang dimenangkan oleh CV Mitra Utama yang berkantor di Sumenep dengan anggaran Rp690 juta.

“Bangunan itu selesai pada tahun 2015 dan baru ditempati pada tahun 2016 ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Aliansi Pemuda Indonesia Anti korupsi (ALPI) mendesak Komisi IV DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur untuk mengusut tuntas pembangunan baru gedung Dinas Pendidikan (Disdik) setempat yang diduga ada indikasi korupsi.

“Ini tidak bisa dibiarkan, saya meminta kepada pihak Komisi IV agar diusut tuntas,” tegas korlap aksi, Arif saat aksi di Kantor DPRD Sumenep.

Menurutnya, dana pembangunan gedung baru Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep yang mencapai Rp3,5 miliar itu diduga ada kongkalingkong antara pemenang tender dengan pihak Disdik sehingga terjadi kebocoran mencapai Rp1 miliar lebih. (arifin/har)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.