Kamu Penikmat Kopi? Perhatikan Hal Ini Agar Konsumsi Kafein tak Sebabkan Hipertensi

Kamu Penikmat Kopi Perhatikan Hal Ini Agar Konsumsi Kafein tak Sebabkan Hipertensi
Ilustrasi

PortalMadura.Com – Kopi merupakan minuman bagi para pemikir katanya. Mereka yang kerap kali bercengkrama sembari meminum kopi akan terasa lebih nikmat dan pembahasan semakin asik. Kopi juga membantu mereka para pekerja kantoran apabila sedang lembur.

Namun tetap saja, kafein yang terkandung dalam secangkir kopi apabila terlalu sering diminum akan berbahaya pada kesehatan, terutama hipertensi. Lalu bagaimana cara mengontrolnya agar terhindar dari penyakit hipertensi? Mari kita simak pembahasannya.

“Dalam satu penelitian, trennya adalah U-Shape. Jadi kalau kurang sekali kopinya atau kurang dari satu cangkir dalam seminggu atau sehari tidak sampai satu cangkir, risiko terhadap tekanan darah rendah,” kata pakar hipertensi dr. Paskariatne Probo Dewi Yamin mengungkapkan beberapa waktu lalu di Jakarta.

Namun, ketika kamu mengonsumsi satu cangkir dalam sehari, risiko tekanan darah malah tinggi. Hal lain yang banyak menjadi bahan perdebatan adalah adanya kepercayaan jika seseorang meminum kopi lebih dari satu cangkir dalam sehari, risikonya kembali menurun.

“Setelah diteliti, kopi selain mengandung kafein juga mengandung zat-zat aktif lainnya sebagai antioksidan. Jadi sebenarnya dalam penelitian ini, Mengapa mereka yang minum lebih dari dua cangkir dia dapat menurunkan efek hipertensi? karena ada zat-zat lain yang justru bermanfaat,” kata Paska.

“Dalam dosis tinggi, ada zat di kopi yang membalikkan efek kafeinnya. Jadi sebenarnya yang menyebabkan tekanan darah tinggi pada kopi adalah kafeinnya,” sambungnya.

Paska mengatakan, American Heart Association di 2017 merekomendasikan konsumsi kopi dalam sehari adalah tidak lebih dari 330 miligram. Angka ini setara dengan tiga cangkir.

Namun, jenis produk kopi yang disarankan untuk diminum adalah kopi yang murni. Paska mengatakan, dalam produk-produk kopi saat ini, banyak yang mencampurnya dengan bahan-bahan lain. Misalnya susu atau gula. Paska mengatakan, campuran-campuran semacam inilah yang sebenarnya tidak baik untuk tubuh.

“Apalagi susu tidak rendah lemak, terutama gula. Ini yang menjadi berbahaya jadi harus hati-hati,” kata Paska menuturkan.

Dia menambahkan, untuk mengurangi risiko hipertensi sesungguhnya adalah dengan mengubah gaya hidup. Beberapa di antaranya adalah dengan memperbanyak aktivitas fisik, mengurangi konsumsi garam, dan juga menghindari makanan cepat saji yang mengandung monosodium glutamat atau MSG.

Itulah pembahasan tentang bagaimana mengontrol kafein untuk pecandu kopi agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari hipertensi. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.