oleh

Kandungan Daging dalam ‘Chicken Nuggets’ Minim

SUMENEP (PortalMadura) – Sebuah studi baru menemukan bahwa kandungan daging dalam chicken nuggets yang dijual di dua jaringan waralaba makanan siap saji populer di AS hanya 40 sampai 50 persen.

Sisanya, menurut para peneliti adalah “lemak, kulit, jaringan, urat, pembuluh darah dan bagian-bagian tulang.”

Meski bisa dimakan, bahan-bahan tersebut bukan pilihan yang baik, ujar Dr. Richard deShazo, profesor obat-obatan, kedokteran anak dan imunologi di Pusat Medis University of Mississippi tempat analisis itu dilakukan.

Daging ayam adalah salah satu sumber terbaik protein yang ada, ujar de Shazo, sehingga para dokter sering mendorong pasien-pasiennya untuk memakannya.

“Tapi yang terjadi adalah, beberapa perusahaan yang memilih menggunakan adonan campuran bagian-bagian ayam buatan dibandingkan daging ayam putih yang rendah lemak, kemudian menggorengnya dan masih menyebutnya ayam. Padahal itu sisa-sisa ayam yang tinggi kalori, garam, gula dan lemak dan sangat tidak sehat. Lebih parah lagi, rasanya enak dan anak-anak menyukainya dan dipasarkan untuk mereka,” ujarnya.Dirilis VOA, Jumat (25/10/2013)

Dewan Ayam Nasional (NCC), sebuah asosiasi pedagang nasional nirlaba yang mewakili industri ayam di AS mengatakan penelitian itu hanya mengambil sampel dua restoran, sehingga tidak mewakili miliaran nuggets yang dibuat setiap tahun.

Ashley Peterson, wakil presiden NCC, mengatakan para anggota NCC “menggunakan bahan-bahan berkualitas dan mematuhi semua aturan keamanan makanan” dalam membuat nuggets.

“Nuggets ayam merupakan sumber protein yang baik, terutama untuk anak yang susah makan,” ujarnya.

Penelitian tim deShazo diterbitkan oleh American Journal of Medicine edisi September.(redaksi)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE