oleh

Kantor DPRD Pamekasan Diluruk Orang Tidak Dikenal

PortalMadura.Com, Pamekasan – Kantor DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, diluruk orang tidak dikenal Kamis (04/12/14).

Mereka diduga orang bayaran untuk menghadang rencana audiensi Pergerakan Guru Revolusi Indonesia (PGRI) dengan Bupati Pamekasan.

Ali Wahdi (27), salah satu anggota PGRI, mengatakan orang-orang tersebut adalah orang-orang bayaran yang sengaja digerakkan untuk menghalang-halangi rencana audiensi PGRI dengan Bupati.

“Orang-orang itu dibayar untuk menghadang audiensi kami. Ada tiga famili saya yang ikut, saya tanyakan sama mereka”, katanya.

Sementara itu, Akh. Fakih, Ketua PGRI Pamekasan, menanggapi santai kejadian tersebut. “Kita ini pendidik, tujuan kita kesini (kantor DPRD, red) hanya untuk berdialog tentang nasib guru kedepan, sebagai pendidik kita tidak mungkin bersikap anarkis”, ungkapnya.

Beberapa jam kemudian, orang-orang tidak dikenal itu bubar satu persatu. Sementara massa PGRI kecewa. Pasalnya, audiensi akan dijadwal ulang karena Bupati tidak menemui massa PGRI. (adie/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE