oleh

Kartu Tani Tak Terealisasi di Sampang

PortalMadura.Com, Sampang – Realisasi penerbitan kartu tani untuk pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur masih menyisakan problem.

Wakil Ketua Komisi II, DPRD Sampang, Alan Kaisan menjelaskan, realisasi penerbitan kartu tani sebagai syarat utama untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dari pemerintah.

Bersama Dinas Pertanian (Dispertan), Komisi II DPRD Sampang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di bank BUMN yang menjadi mitra guna mengetahui kepastian realisasi kartu tani.

“Ada 79 ribu formulir yang disediakan BNI. Sebanyak 16 ribu form telah kembali dari petani ke bank,” ujarnya, Jumat (2/10/2020).

Sesuai surat edaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penebusan pupuk bersubsidi harus menggunakan kartu tani.

Bahkan Alan menyebutkan, ada 10 ribu kartu tani yang tercetak dan dikirim ke pemerintah pusat. Namun, belum dilakukan injek kuota penerimaan pupuk.

“Walaupun kartu tercetak dan belum diinjek, maka kartu tidak dapat digunakan sebagaimana surat edaran KPK yang menyatakan untuk penebusan pupuk bersubsidi harus memakai kartu tani,” imbuhnya.

Supaya realisasi penggunaan kartu tani segera dapat digunakan, pihaknya mendesak pihak bank dan Dinas Pertanian untuk menyelesaikan proses sesuai tahapan.

“Sampang telah memasuki masa tanam. Jika perlu, kami akan mendatangi bank [pusat] untuk proses injek kartu tani. Apakah tidak ada penyediaan alat di daerah, agar injek kuota kartu tani dapat dilakukan di masing-masing cabang BNI,” tandasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Dispertan Sampang, Suyono menyampaikan, petani yang tidak terdata pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) akan dimasukkan dalam data tambahan.

“Kelompok tani yang tidak masuk RDKK tahun 2020, kami masukkan pada data tambahan 2021,” katanya.

Sedangkan Bagian Pimpinan Bidang Pemasaran, BNI Cabang Sampang, Hengki Hariadi menyebutkan, ada 10 ribu kartu tani yang dinyatakan aktif sambil menunggu proses injek kuota penerimaan pupuk bersubsidi.

Jumlah formulir yang disebarkan mencapai 79 ribu, dan 16 ribu telah disetorkan kembali ke BNI.

“Ada Enam ribu form masih proses input dan minggi depan sudah selesai. Tinggal menunggu sisa sekitar 62 ribu form dari petani belum disetorkan ke bank untuk input dan injek,” pungkasnya.(*)

Tonton juga Kartu Tani Tak Merata di Madura

Penulis : Rafi
Editor : Dwi Oktaviana KK

Komentar