oleh

Kasus Pemukulan Wartawan TV Saat Liputan Aksi Berlanjut, Polisi Periksa Saksi

PortalMadura.Com, Pamekasan – Kasus pemukulan terhadap wartawan TV nasional oleh peserta aksi penutupan Kedai Bukit Bintang di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, masuk meja hijau.

Fathor Rusi kontributor Indosiar dan SCTV yang menjadi korban pemukukan saat liputan aksi tersebut melaporkan kasus tersebut kepada Mapolres Pamekasan. Kini, kasus tersebut sudah masuk dalam pemeriksaan saksi-saksi.

Selasa (13/10/2020), sejumlah wartawan yang bertugas di Pamekasan dipanggil penyidik Polres Pamekasan untuk dimintai keterangan. Diantaranya adalah Moh. Hasan, dan Muhammad Zuhri, keduanya merupakan wartawan JTV Madura.

Selain itu, terdapat wartawan TV lokal Hikmah TV, Samhari yang juga dimintai keterangan oleh penyidik sebagai saksi dalam kasus tersebut. Sementara satu wartawan lainnya, Muhsin dari media Radar Madura dijadwalkan, Rabu (14/10/2020) besok ke Mapolres Pamekasan untuk kepentingan yang sama.

“Ya, saya tadi dimintai keterangan oleh penyidik,” kata Moh. Hasan usai keluar dari ruang penyidik.

Hasan menjelaskan, dirinya ditanyakan penyidik seputar peristiwa yang menimpa korban, Fathor Rusi. Termasuk kepastian pelaku melakukan kekerasan terhadap korban.

“Saya jawab sejujur-jujurnya, dan saya jawab apa adanya,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pamekasan, AKP Adhi Putranto Utomo mengatakan, kasus tersebut saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi atas kasus yang dilaporkan korban.

“Masih dalam tahap pemeriksaan saksi dalam rangka penyelidikan, untuk rencana pemeriksaan lain kita agendakan selanjutnya,” ungkapnya saat dikonfirmasi via telpon.

Senin (5/10/2020), Salah satu wartawan TV nasional menjadi korban kebringasan massa aksi saat meliput pembakaran fasilitas Kedai Bukit Bintang di Desa Larangan Badung Kecamatan Palengaan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Pantauan PortalMadura.Com, korban hendak mengambil gambar pembakaran dua fasilitas berupa gazebo beratap ilalang yang dibakar massa. Korban berupaya mengambil video dengan mencari posisi yang pas agar tulisan Bukit Bintang sebagai backround gambar terlihat.

Tiba-tiba, ada seorang peserta aksi berambut gondrong hendak merampas camera dengan memegang pergelangan tangan secara kuat dan meminta agar tidak mengambil video. Meskipun diberitahu jika korban adalah wartawan, tetapi tidak diindahkan.(*)

Penulis : Marzukiy
Editor : Muthmainnatul Lizamah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.