Keinginan Perempuan Madura Dinilai Masih Rendah Berproses di Organisasi

HMI
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Bangkalan – Ketua Umum Korps HMI-Wati (Kohati) Cabang Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Khadijatul Adawiyah, prihatin dengan rendahnya keinginan remaja perempuan untuk berproses di organisasi kepemudaan.

Dia menilai, minimnya keinginan tersebut diakibatkan tingginya pandangan lokal yang saat ini menjadi pijakan Perempuan Madura, bahwa perempuan menjadi kelas kedua dalam berbagai aspek kehidupan, sehingga pandangan tersebut sedikit menghambat potensi remaja puteri.

“Saya kira remaja puteri kita saat ini belum percaya diri, karena pandangan selama ini perempuan itu hanya di dapur di kasur dan di sumur,” ujar dia, Rabu (15/2/2017).

Dia memaparkan, saat ini yang perlu dilakuka adalah merubah cara pandang perempuan, sehingga tidak terjebak dalam memposisikan dirinya, baik perempuan sebagai individu dan perempuan sebagai bagian dari dimensi sosial.

“Sebenarnya tidak ada larangan bagi perempuan mengembangkan potensinya, asal dia memahami fungsinya sebagai perempuan, misalnya, bagaimana dia memposisikan sebagai istri di hadapan suminya atau sebagai bagian profesional lainnya,” lanjut dia.

Dia berharap di masa depan akan banyak bermunculan generasi perempuan Madura yang bereksplorasi diberbagai karier profesional, serta merubah cara pandangnya terhadap posisinya sebagai perempuan.

“Kita perempuan yakin, tidak akan menggeser fungsinya, banyak kok muslimah yang mempunyai karier bagus, tapi dia tetap menjadi istri bagi suami serta ibu bagi anaknya,” pungkasnya.(Hamid/har)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.