oleh

Kekurangan Lokal, Proses KBM Terganggu

PortalMadura.Com, Sumenep – Siswa kelas 3 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pajagalan I, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur  harus berdesak-desakan didalam kelas saat mengikuti proses kegiatan belajar mengajar (KBM), sebab jumlah kelas 3 itu sebanyak 114 siswa dan hanya dibagi dua kelas, seharusnya dibagi 3 kelas.

“Kelas 3 ini dibagi dua kelas, jadi ada yang diisi 58 dan 56 siswa, karena kelas yang kami miliki memang kurang, harusnya kan dijadikan 3 kelas,” ungkap Sunari, Kepala SDN Pajagalan 1 Sumenep, Senin (11/08/2014).

Diakuinya, dalam kelas berukuran 7,5×6,5 meter persegi itu diisi 58 dan 56 siswa, akibatnya proses KBM sedikit terganggu, idealnya setiap kelas itu diisi 20 siswa.

“Tapi mau bagaimana lagi, wong lokalnya memang kurang. Sebelumnya kami mencoba membagi 3 kelas, satu kelas menggunakan ruang perpustakaan tapi ternyata kurang efektif, makanya kami jadikan 2 kelas lagi,” terangnya.

Di SDN Pajagalan 1 itu memiliki kelas sebanyak 14 ruang, harusnya 18 ruang melihat banyaknya siswa yang ada di sekolah tersebut.

“Jadi kami masih membutuhkan lokal minimal 4 kelas lagi sehingga siswa bisa mengikuti proses KBM lebih efektif,” tuturnya.

Dia juga mengaku, sudah berkali-kali pihaknya mengajukan proposal penambahan lokal ke Dinas Pendidikan, tapi rupanya masih belum ada tambahan.

“Kami dijanjikan tahun ini dapat, sudah beberapa kali konsultan datang ke sini, semoga tahun ini dapat lah,” harapnya.(arif/nia)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.