Kelangkaan Pupuk Landa Sumenep, Komisi II DPRD Geram

  • Bagikan
Kelangkaan Pupuk Landa Sumenep Komisi II DPRD Geram
H. Subaidi

PortalMadura.Com, Sumenep – Ketua Komisi II DPRD Sumenep, H. Subaidi mengecam kelangkaan pupuk yang melanda Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada musim tanam 2021.

“Dengan kelangkaan pupuk ini menyebabkan harga naik. Kasian masyarakat Sumenep,” ujarnya, Sabtu (20/11/2021).

Akibatnya, kata dia, ada beberapa kelompok tani (poktan) di Sumenep yang biasanya tahun ini mendapat jatah justru tidak mendapatkan sama sekali.

“Mereka tidak mendapatkan karena tidak mengerti bagaimana prosesnya. Maka saya minta distributor bekerja profesional,” tegasnya.

Menurutnya, dugaan kelangkaan pupuk karena ada permainan kartu tani yang tidak diberikan. Sehingga pupuk tidak tersalurkan dengan baik dan akhirnya langka.

“Kami akan catat dan investigasi ke lapangan untuk mengetahui akar permasalahannya,” katanya geram.

Pihaknya juga mendesak dinas terkait melakukan pembinaan kepada poktan dan distributor agar tidak terjadi lagi kelangkaan pupuk.

“Jangan bermain dengan kesengsaraan petani. Distributor, kios, poktan dan yang berwenang jangan bermain harga eceran tertinggi (HET). Itu pidana,” tegasnya mengingatkan.

HET pupuk urea, kata dia, Rp112.500,-. “Saya rasa jika dikerjakan dengan baik (profesional) tidak mungkin ada kelangkaan pupuk,” katanya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.