Opini  

Kelebihan Dan Kekurangan Marketplace Guru

Avatar of PortalMadura.com
Kelebihan Dan Kekurangan Marketplace Guru
Kelebihan Dan Kekurangan Marketplace Guru

Oleh: Rozaq Mustofa Lutfi, S.Pd., Gr. 

Marketplace guru yang sedang ramai di dunia pendidikan menjadi trending topik yang menarik untuk di bahas, ini merupakan salah satu upaya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk memenuhi kebutuhan guru saat ini.
Mendikbud Ristek Nadiem Anwar Makarim mengatakan, marketplace guru dan dua pilar solusi lain diharapkan menjadi jalan keluar permanen dalam memenuhi formasi guru di Indonesia.

“Selama kurang lebih enam bulan kami berdiskusi akhirnya mengerucut pada suatu solusi yang diharapkan menjadi solusi permanen yang akan diimplementasikan pada 2024 lewat tiga pilar solusi,” tuturnya, saat rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, dikutip dari Kompas.id, Rabu (24/5/2023).

Nama Marketplace ini sempat menjadi kontroversi pro dan kontra karena penggunaan nama yang kurang tepat. Serta dianggap merendahkan profesi guru. Karena dianggap seperti barang yang diperjual-belikan. Dari gagasan diatas muncul Analisa beberapa Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan Marketplace Guru

1. Solusi Perekrutan Real Time

Beberapa keuntungan Marketplace guru, diantaranya , pertama ini nantinya solusi perekrutan oleh sekolah sesuai kebutuhan secara real time. Yang mana tidak perlu menunggu perekrutan selama satu tahun, karena sudah ada database yang ada di marketplace. Jadi dapat memenuhi kebutuhan guru dengan cepat apabila ada kekurangan guru.

2. Mengisi Formasi Kosong

Kedua menyelesaiakan masalah penempatan pada formasi kurang peminat, banyak terjadi formasi kosong karena kurang diminati sehingga menjadikan menempatkan orang yang memenuhi passing grade untuk mengisi kekosongan tersebut. akan tetapi banyak yang justru mengundurkan diri apabila tidak sesuai.

3. Mengurangi guru yang tidak kompeten

Ketiga tidak semua orang bisa masuk ke Marketplace guru. Hanya orang-orang tertentu akan akan masuk, pertama Guru telah lulus seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) akan langsung dimasukkan ke ruang penyimpanan data marketplace guru.

Di sisi lain, pelaksanaan seleksi PPPK guru juga akan ditingkatkan frekuensinya menjadi lebih dari sekali dalam setahun. Yang kedua lulusan PPG Prajabatan, mereka telah memiliki sertifikat pendidik yang memenuhi syarat. Jadi tidak sembarangan nantinya yang masuk di Marketplace Guru.

Disisi lain ada juga kekurangannya

1. Dianggap merendahkan profesi guru

Hal ini menjadikan anggapan guru sebagai barang yang diperjual belikan nantinya. Sehingga merendahkan profesi guru. Marketplace guru dianggap kurang tepat dalam penamaanya

2. Berpotensi belanja tidak sehat

Memungkinkan terjadinya belanja guru yang tidak sehat. Sebagai contoh bisa terjadi proses KKN saat sekolah memilih guru di marketplace. Bisa saja terjadi nepotisme ketika memilih guru di marketplace guru.

Pro Kontra dalam hal ini merupakan kewajaran. Setiap kebijakan biasa menimbulkan gejolak. Hal ini yang menjadi sorotan adalah nama Marketplace guru yang bisa di ganti dengan nama yang lebih elegan dan konsep yang tidak merendahkan guru.

Seperti Contoh Halodoc yang mana teserdia docter disana yang bisa kita pilih dengan mudah untuk konsultasi.

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.