oleh

Kemacetan dan SMK Tanpa Gedung Jadi Keluhan Warga Blega

PortalMadura.Com, Bangkalan – Ratusan warga Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur mengeluhkan kondisi kemacetan arus lalulintas di sepanjang Jalan Raya Blega, yang hingga saat ini belum teratasi.

Keluhan itu disampaikan langsung kepada Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Jawa Timur (Jatim) Drs. H. Achmad Iskandar, saat melakukan Serap Aspirasi (Reses) di Kecamatan Blega, Bangkalan, Selasa (29/3/2016).

Menurut warga, kondisi kemacetan sudah terjadi puluhan tahun, namun pemerintah belum mempunyai solusi tepat untuk mengatasi kemacetan tersebut.

“Hingga saat ini, hanya kemacetan di Blega belum teratasi, kalau didaerah lainnya sudah bisa diatasi dengan adanya jalan alternatif, cuman untuk Blega yang tidak ada jalur alternatifnya,” kata salah satu perwakilan Ulama’ di Kecamatan Blega, Bangkalan, KH. Moh. Saad.

Warga juga meminta anggota dewan agar mendesak pemerintah untuk segera membangun gedung Sekolah Menengah Kanjuruhan (SMK) 1 Blega yang hingga saat ini masih belum memiliki gedung sekolah.

“Sampai saat ini tidak punya gedung permanen, padahal jumlah siswanya hampir 700 orang. Mereka terpaksa numpang ke gedung sekolah yang ada di Blega,” kata selaku tokoh masyarakat, Fathorrahman.

Menurutnya, pemerintah terkesan setengah hati untuk menganggarkan pembangunan gedung SMK 1 Blega, sebab meski sudah beberapa kali mengajukan permohonan pembangunan gedung sekolah permanen, namun tidak mendapatkan respon positif.

“Kita sudah berkali-kali mengajukan permohonan, kalau tidak salah mulai sebelum 2014. Padahal, kita sudah sediakan pilihan 3 lokasi yang cukup strategis dengan harga tanah dibawah harga standar,” katanya.

Menanggapi keluhan itu, Achmad Iskandar selaku Wakil Ketua DPR Jatim Dapil XI (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep) berjanji akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan beberapa instansi terkait guna memecahkan semua permasalahan yang dikeluhkan warga Blega Bangkalan.

Menurutnya permasalah kemacetan yang sering melanda Kecamatan Blega sudah beberapa kali dirapatkan ditingkat kabupaten, namun hingga sat ini masih belum memiliki jalan keluar yang tepat.

“Pasar tahun 2010, kami pernah memperbicarakan, saya akan memperhatikan betul, akan berupaya untuk bisa mewujudkan semua itu, saya akan cek ulang,” tegasnya, dihadapan ratusan warga Blega yang menghadiri Reses.

Saat ditanya terkait pembangunan gedung sekolah, anggota Komisi E DPR Jatim yang juga menangani bidang pendidikan tersebut, terlebih dahulu akan melihat sejauh mana langkah-langkah yang dilakukan Pemkab Bangkalan dalam rencana pembangunan gedung sekolah, sehingga pihaknya bisa mengetahui apa permasalahan yang dihadapi pemkab sehingga tidak bisa membangun gedung sekolah.

“Saya ingin melihat peran dari Pemkab Bangkalan. Kemudian, kami akan rapatkan secara intern di dapil XI, setelah itu kita akan bicara dengan Pemda. Setelah itu, baru kita akan bicara secara khusus ke Gubernur Jatim,” janji pria asal Kabupaten Pamekasan ini.

Acara Serap Aspirasi Rakyat (Reses), di kediaman H. Fathorrahman JL. Raya Blega mendapat kebanggaan tersendiri dari warga Kecamatan Blega, sebab tak hanya para tokoh masyarakat, para ulama’ dan Kepala Desa se Kecamatan Blega bisa berdialog dengan wakil rakyat tersebut, para petani dan pedagangpun bisa berinteraksi langsung dengan politikus partai Dekokrat itu.

“Alhamdulillah, baru kali ini mas ada wakil rakyat yang mau ketemu dengan petani, padahal banyak wakil rakyat yang kami pilih tapi setelah jadi gak ada yang mau menemui kami,” imbuh Syafiuddin (35) salah seorang petani asal Kecamatan Blega.(lora/har)


Komentar