Kemarau Basah, Petambak Garam Merugi

Avatar of PortalMadura.com
Kemarau Basah, Petambak Garam Merugi
Ilustrasi (beritasatu.com)

PortalMadura.Com, Pamekasan – Petambak garam di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, akan mengalami kerugian seiring terjadinya kemarau basah di wilayah tersebut.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Pamekasan, Hadi Agus Subeno mengungkapkan, hujan yang sering terjadi mengakibatkan lahan pegaraman rusak. Petambak harus memasang kembali geoisolator sebelum memperbaiki saluran dan tanggul.

“Rusaknya lahan diperkirakan Rp 500 ribu setiap meja kristal. Selain rugi materi, petani juga rugi tenaga. Bahkan, ada petani yang sampai sekarang belum memulai lagi (budidaya garam, red),” terangnya, Selasa (6/7/2021).

Dia menambahkan, terjadinya kemarau basah itu akan berdampak kepada produksi garam sebagaimana yang terjadi pada tahun 2016. Dimana jumlah produksi garam menurun hingga 15 ribu ton.

Baca Juga:  Festival 'Jaga Jaggur', Titik Awal Kebangkitan UMKM Sumenep

“Jika kondisinya seperti ini sampai masa produksi, maka jelas hasil produksinya akan menurun,” tandasnya.

Dia menerangkan, pada tahun 2019 hasil produksi garam rakyat mencapai 152.540 ton dengan masa panen mei hingga bulan desember. Sementara pada tahun 2020 hasil produksi sebanyak 38.836 ton atau menurun sekitar 25 persen.

“Untuk tahun ini baru ada satu petambak garam yang panen pada bulan mei kemarin,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.