oleh

Kemarau, Debit Air Dam Samiran Menyusut Tajam

PortalMadura.Com, Pamekasan – Musim kemarau tahun ini menyebabkan debit air  Dam Desa Samiran, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Madura, Jawa Timur menyusut tajam. Akibatnya, petani yang ada di hilir sungai tidak kebagian aliran air.

Operator Dam Samiran, Musyaffak menuturkan, debit air saat ini berada di titik 700 liter perdetik. Sedangkan kebutuhan air seharusnya 1.200 liter perdetik, penyusutan itu terjadi sejak awal bulan Agustus.

“Dari awal Agustus itu terus menyusut sampai sekarang -11, keluhan dari petani itu ada yang bilang gagal panen dan lain-lain,” tutur Musyaffak, Rabu (12/8/2015).

Adapun daerah yang mengeluhkan kurangnya air tersebut sebagian besar masyarakat di wilayah Pademawu Timur. Pasalnya, di daerah tersebut masyarakat sedang menanam padi yang membutuhkan pasokan air cukup.

“Kalau tanaman padi setiap satu hektar butuh air 0,8 sedangkan air sekarang cuman 0,3. Kemarau tahun lalu tidak seperti ini, baru pada bulan 11 (November) air berada di titik 700 liter perdetik, sekarang baru bulan 8 sudah segitu,” tambahnya.

Sebagian besar sumber mata air di Pamekasan mulai menyusut atau bahkan adapula yang mengering. Tak heran, jika kekurangan air terus menjadi momok menakutkan bagi masyarakat.

“Aliran air ini (Dam Samiran) sampai ke daerah pantai Jumiang (Pademawu Timur). Normalnya, 1.200 liter perdetik itu sampai ke Pademawu Timur, makanya sekarang aliran air ini tidak sampai kesana,” tutup pria yang juga pegawai PU Pengairan Pamekasan tersebut. (Marzukiy/har)


Tirto.ID
Loading...

Komentar