oleh

Kembangkan Prilaku Wirausaha, 140 Santri Ikuti Pelatihan Manajemen Produk Pangan

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar pelatihan bagi santri untuk menumbuhkan prilaku kewirausahaan [santri millennial entrepreneur], Selasa (7/9/2021).

Acara tersebut berlangsung di sejumlah hotel di Kecamatan Kota Sumenep. Pelatihan berlangsung sejak tanggal 6 sampai 8 September 2021, bertajuk “Manajemen Produk Pangan”.

Plh Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Syaifuddin Anshari menyebutkan, jumlah peserta pada pelatihan itu mencapai 140 orang.

“Peserta itu, dibagi menjadi tiga tempat. Masing-masing tempat berkapasitas 75 persen,” terangnya.

Materi yang diberikan kepada peserta merupakan hasil kerjasama dengan Forum Komunikasi Kader Pemberdayaan Masyarakat (FKKPM) Jawa Timur yang sudah dinilai membidangi dalam hal interpreneur.

“Khususnya pemberdayaan usaha kecil menengah dan koperasi. Kami harapkan mereka mampu menyerap teori dan praktek,” ujarnya.

Peserta pelatihan tersebut, pihaknya fokus pada lembaga pondok pesantren (Ponpes) yang telah memiliki produk unggulan. “Masing-masing peserta membawa produk unggulannya sebagai contoh. Nantinya akan dijadikan display [penataan produk],” jelasnya.

Hasil dari display, kata dia, bisa dipasarkan oleh peserta sesuai dengan hasil bimbingan dari fasilitator. “Kami targetkan berdasarkan tema, bagaimana kemudian peserta bisa mengatur produk hasil olahan pangan dalam hal kuantitas dan kualitas produk dan marketing,” paparnya.

Pada kegiatan itu, pihaknya menghadirkan beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang memiliki keterkaitan dengan produk.

“Dinkes untuk menjelaskan keamanan produk, Disperindag untuk menjelaskan legalitas dan koperasi bagaimana pemberdayaan dan pembiayaan usaha kecil menengah,” terangnya.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan itu, kata dia, akan membentuk semacam Holding Syistem Marketing Online yang bertujuan produk menjadi satu kesatuan dalam sistem marketing.

“Kami masih susun itu. Dan kami akan mengambil peserta terbaik untuk dilibatkan dalam sistem tersebut,” pungkasnya (*)

Komentar