oleh

Kenali 5 Penyebab Anak Menjadi Pendiam

PortalMadura.Com – Sifat ceria anak bisa saja tiba-tiba menghilang dan anak berubah menjadi pendiam. Kadangkala perubahan ini terjadi secara ekstrim, meski lebih sering terjadi pelan-pelan. Anak bisa saja masih terlihat ceria, namun tak lagi seterbuka dulu.

Ia terlihat seperti punya dunianya sendiri atau malah menjadi lebih terbuka dengan teman sebayanya. Anak terlahir dengan berbagai karakter dan kepribadian berbeda-beda. Sebagai orang tua tentunya menginginkan tumbuh kembang anak yang optimal.

Namun Bagaimana Jika Anak Memiliki Sikap Pendiam?

Hal itu tentu akan membuat orang tua khawatir. Anak yang terlalu pendiam, tidak boleh dibiarkan dengan karakter seperti itu hingga dewasa. Sebenarnya orang tua harus mengetahui penyebab anak pendiam. Seperti yang dilansir dari laman Popmama.com, ada beberapa penyebab anak menjadi pendiam.

Anak Pemalu Dikarenakan Jarang Diajak Berinteraksi
Jika melihat anaknya ceria dan aktif orang tua tentu senang. Namun ada juga anak dengan pribadi yang lebih tenang dan tidak banyak bicara. Di mana anak pendiam sangat erat kaitannya dengan pemalu. Anak pemalu biasanya dikarenakan sangat jarang diajak berinteraksi dengan lingkungan di luar rumahnya.

Apabila Mama termasuk orang yang pemalu atau kesulitan menyapa orang di sekitar, maka kemungkinan besar anak pun juga jadi pemalu karena melihat hal tersebut dan menirunya. Sementara anak yang pemalu juga hanya akan bersuara di depan orang tua atau keluarganya saja. Rasa malu inilah acap kali menjadi penyebab anak pendiam di luar, tetapi banyak bicara di dalam rumah.

Anak Tidak Percaya Diri dengan Kemampuannya Sendiri
Rasa tidak percaya diri juga sering kali mendorong anak menjadi sosok yang pendiam. Anak yang pendiam karena faktor tidak percaya diri mungkin saja itu disebabkan ia pernah mendapatkan ejekan dari teman-temannya. Selain itu, mungkin saja si Kecil merasa memiliki sebuah kekurangan yang tidak dimiliki oleh temannya.

Hal inilah yang membuat anak tidak percaya diri dalam berekspresi, mengeksplorasi diri dan yakin dengan kemampuannya sendiri. Sebagai orang tua, Mama dapat mendorong sang buah hati untuk percaya diri dengan memberikan kepercayaan penuh akan apa yang dilakukan anak.

Kesulitan Berkomunikasi Tidak Mampu Memberikan Respon
Setelah usia 3 tahun, hampir semua kata yang diucapkan anak sudah dapat dimengerti orang dewasa. Secara umum, pada usia inilah mereka sudah dapat menyebutkan nama, benda dan lain sebagainya.

Sementara anak yang memiliki kesulitan berkomunikasi bisa menyebabkan ia menjadi sosok yang pendiam. Di mana kesulitan berkomunikasi bisa berupa terlambat bicara atau speech delay. Anak yang terindikasi kesulitan berkomunikasi mungkin tidak mampu bercerita atau memberikan respon. Jika anak mengalami satu tanda di atas, sebaiknya waspada dan segera hubungi dokter.

Sering Diabaikan Akan Menjadi Penyebab Anak Pendiam
Permasalahan anak menjadi pendiam ternyata karena orang tua dan anak yang jarang diwarnai percakapan hangat. Minimnya komunikasi membuat hubungan orang tua dan anak kurang dekat secara psikologis.

Orang tua yang tidak peduli dengan keberadaan anaknya atau sering diabaikan merupakan salah satu penyebab mereka menjadi sosok yang pendiam. Padahal faktor paling berpengaruh bagi perkembangan bahasa dan kemampuan komunikasi anak adalah interaksi keluarga.

Sering Dimarahi Menyebabkan Munculnya Masalah Psikologis
Para orang tua pasti ingin yang terbaik bagi anak-anaknya. Tapi terkadang orang tua kerap dihadapkan dengan situasi yang menguras emosi dan frustasi oleh kelakuan mereka. Sering menunjukkan amarah pada anak sebenarnya justru bisa menciptakan lebih banyak masalah dalam jangka panjang.

Salah satu dampak sering memarahi anak yakni menyebabkan munculnya masalah psikologis dan membuat ia menjadi sosok yang pendiam. Di mana anak yang sering dimarahi akan merasa sering salah, sehingga ia memilih diam daripada dimarahi.

Itulah kelima penyebab anak pendiam. Dengan sering berkomunikasi, maka dapat membantu anak untuk tumbuh kembang optimal. Semoga informasinya bermanfaat.

Rewriter : Nurul Hijriyah
Sumber : Popmama.com
Tirto.ID
Loading...

Komentar