oleh

Kenali, Berbagai Gejala Alergi yang Bisa Pengaruhi Psikologis

PortalMadura.Com – Berbagai kondisi tidak nyaman kerap dirasakan usai mengonsumsi makanan tertentu. Reaksi ini mulai dari sekadar sakit perut, kembung, diare, perubahan tinja, hingga tertutupnya saluran napas. Pada masyarakat awam, kondisi ini membingungkan karena bisa diakibatkan alergi atau gangguan pencernaan.

Mungkin Anda pernah mengalami gejala aneh pada tubuh? Ya, kemungkinan besar hal tersebut disebabkan oleh alergi. Alergi sebenarnya bisa terjadi kepada siapa saja, tentunya banyak faktor yang menyebabkan seseorang mengalami alergi, yakni dari makanan, debu maupun faktor genetik berupa turunan dari orangtua.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Alergi sendiri bisa terlihat dengan berbagai gejala. Setidaknya alergi bisa menyerang tiga bagian tubuh manusia yakni saluran pernapasan, kulit dan juga saluran pencernaan. Tentunya setiap bagian tubuh tersebut memiliki reaksi yang berbeda-beda pula dan bisa dikenali dengan gejalanya.

Prof. Dr. dr. Budi Setiabudiawan, SpA(k), M.Kes, mengatakan bahwa alergi pada kulit biasanya ditunjukkan dengan gejala seperti dermatitis atau eksim. Sementara bila alergi mengarah ke sistem pernapasan maka akan menimbulkan gejala batuk atau pilek.

“Alergi pada kulit bisa menyebabkan gejala dermatitis atopic, urtikaria, dan angioedema. Sementara pada saluran pernapasan biasanya berupa hidung berair, bersin serta batuk kronis non infeksi. Apabila alergi menyerang saluran cerna maka gejalanya adalah kolik, muntah, konstipasi, dan diare,” terang Prof Budi.

Tak hanya menimbulkan kerugian secara fisik, namun alergi bisa mempengaruhi ekonomi serta psikologis seseorang. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter apabila telah menemukan tanda-tanda alergi. Dari segi ekonomi maka penderita alergi bisa memengaruhi keluarga. Berapa banyak biaya yang dikeluarkan untuk berobat ke dokter.

Sementara secara psikologi adalah stres yang nantinya akan menyebabkan kualitas hidup seseorang menjadi menurun. Profesor Budi pun mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan gerakan 3K yakni Kenali, Konsultasikan, Kendalikan. Hal ini dinilai menjadi cara yang baik untuk mengatasi alergi yang berkepanjangan, supaya tidak semakin parah dan justru menimbulkan banyak kerugian kepada penderitanya.

Carilah informasi seputar alergi melalui internet atau sumber-sumber terpercaya, Anda juga bisa mengonsultasikan masalah Anda kepada dokter yang kompeten. Setelah diketahui penyebabnya, usahakan untuk menghindarinya meski dampaknya sekecil apapun.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar