oleh

Kenali Lebih Dini Gejala Batu Ginjal

Kenali Lebih Dini Gejala Batu Ginjal :Oleh : dr. Iwan Purnomo Aji

Penyakit batu saluran kemih sudah dikenal sejak zaman babilonia dan zaman mesir kuno. Sebagai salah satu buktinya adalah ditemukan batu pada kandung kemih seorang mumi.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Kapal Karam dan Dua Kerangka Jenazah Berhasil Dievakuasi Tim Sar Polda Jatim

Penyakit ini dapat menyerang penduduk di seluruh dunia tidak terkecuali penduduk di Indonesia khususnya di Madura.

Angka kejadian penyakit ini tidak sama di berbagai belahan bumi. Hal ini karena adanya pengaruh status gizi dan aktivitas seseorang sehari-hari.

Secara epidemiologis terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya batu ginjal pada seseorang.

Faktor itu meliputi faktor intrinsik, yaitu keadaan yang berasal dari tubuh seseorang dan faktor ekstrinsik, yaitu pengaruh yang berasal dari lingkungan di sekitarnya.

Faktor intrinsik itu antara lain :

1. Keturunan : penyakit ini diduga diturunkan dari orang tuanya

2. Umur : penyakit ini sering didapatkan pada usia 30-50 tahun

3. Jenis kelamin : jumlah pasien laki-laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pasien perempuan

Faktor ekstrinsik diantaranya adalah :

1. Geografi : pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu ginjal yang lebih tinggi daripada daerah lain.

2. Iklim dan temperatur

3. Asupan air : kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi, dapat meningkatkan insiden batu saluran kemih

4. Diet : diet banyak purin, oksalat, dan kalsium mempermudah terjadinya batu saluran kemih

5. Pekerjaan : penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktivitas.

Secara teoritis batu terbentuk di seluruh saluran kemih terutama pada tempat-tempat yang sering mengalami hambatan aliran urine, yaitu pada sistem saluran ginjal dan buli-buli.

Batu terdiri atas kristal-kristal yang tersusun oleh bahan-bahan organik maupun anorganik yang terlarut di dalam urine.

Kristal-kristal tersebut tetap berada dalam keadaan tetap terlarut dalam urine jika tidak ada keadaan-keadaan tertentu yang menyebabkan terjadinya presipitasi kristal.

Kondisi ini dipengaruhi oleh suhu, PH larutan, adanya koloid di dalam urine, konsentrasi solut di dalam urine, laju urine di dalam saluran kemih, atau adanya benda asing di dalam saluran kemih yang bertindak sebagai inti batu.

Lebih dari 80% batu saluran kemih terdiri atas batu kalsium, baik yang berikatan dengan oksalat maupun dengan fosfat, membentuk kalsium oksalat dan kalsium fosfat. Sedangkan sisanya berasal dari batu asam urat, batu infeksi, batu xanthyn, batu sistein, dan batu jenis lainnya.

Gejala batu ginjal ditandai tidak khas pada beberapa pasien, tergantung pada posisi atau letak batu, besar batu, dan penyulit yang telah terjadi. Jika ukuran batu cukup kecil dan lokasinya tidak menyebabkan sumbatan, umumnya tidak menimbulkan gejala apa pun.

Pada kasus batu yang cukup besar dan menyebabkan penyumbatan dapat memberikan gejala seperti nyeri menetap di pinggang atau perut yang dapat menjalar ke area kemaluan, mual atau muntah, nyeri saat buang air kecil, atau bahkan bisa berupa kencing berdarah.

Keluhan yang paling dirasakan oleh pasien adalah nyeri pada pinggang. Nyeri pinggang terjadi karena aktivitas peristaltik otot polos sistem saluran ginjal dalam usaha mengeluarkan batu dari saluran kemih.

Mengenai munculnya nyeri pinggang atau perut bawah sebenarnya dapat disebabkan berbagai penyakit, diantaranya: infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, kolesistitis (radang/ infeksi kantong empedu), dan apendisitis (radang/ infeksi usus buntu).

Jika keluhan-keluhan tersebut muncul, konsultasikan ke dokter untuk dipastikan penyebab yang mendasarinya.

Pemeriksaan penunjang perlu dilakukan untuk menegakkan diagnosa dan menyingkirkan diagnosa penyakit lain seperti pemeriksaan urine, foto rontgen, dan ultrasonografi.

Waspadai jika muncul tanda-tanda kegawatan seperti nyeri perut hebat, demam tinggi, muntah berlebihan, serta kencing berdarah karena perlu ditangani segera oleh dokter.

Terapi yang dilakukan pada batu ginjal bergantung pada beberapa faktor seperti tipe batu, penyebabnya, dan ukuran batu.

Terapi dapat berupa: obat-obatan penghilang nyeri, hidrasi (asupan cairan untuk membantu melancarkan keluarnya batu), penggunaan obat-obatan tertentu, tindakan pemecahan batu dengan gelombang suara atau pengangkatan batu dengan operasi.

Pencegahan yang bisa dilakukan di rumah untuk mencegah terjadinya batu ginjal diantaranya:

1. Menjaga higienitas organ intim dengan membasuhnya menggunakan air bersih selesai buang air kecil

2. Minum air putih yang cukup sekitar 2-3 liter perhari

3. Hindari konsumsi suplemen vitamin C yang berlebihan tanpa arahan Dokter

4. Batasi konsumsi garam atau makanan asin

5. Hindari kebiasaan konsumsi kafein dan soda berlebihan

6. Hindari kebiasaan menahan buang air kecil.

(*)

“Redaksi PortalMadura.Com menerima tulisan opini, artikel dan tulisan lainnya yang sifatnya memberi sumbangan pemikiran pada kemajuan negeri ini. Dan semua isi tulisan diluar tanggung jawab Redaksi PortalMadura.Com.”

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar