oleh

Kenapa Jumlah Zikir Berbeda-beda? Ini Rahasianya

PortalMadura.Com – Selain melaksanaka salat, umat Muslim juga dianjurkan untuk berzikir. Dimana zikir merupakan pujian-pujian kepada Allah SWT yang diucapkan secara berulang-ulang. Adapun jumlahnya biasanya berkelipatan ganjil.

Nah, sejauh ini tidakkah Anda terpikirkan kenapa mengucap zikir itu perlu diulang berkali-kali?. Dan mengapa pula Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk memuji-Nya dalam bertasbih berkali-kali pula?.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Dilansir Republika.co.id dari laman Masrawy, Sekretaris Fatwa di Darul Ifta Mesir, Syekh Muhammad Wissam, menjelaskan terdapat hikmah di balik jumlah zikir dan juga bertasbih kepada Allah SWT. Di sisi lain, beliau juga menjelaskan mengenai hukum syariat dari zikir serta bilangannya itu.

Syekh Wissam mengatakan bahwa bertasbih merupakan salah satu jenis zikir yang diperintahkan Allah SWT, hal ini sebagaimana termaktub dalam Surat Al Ahzab ayat 41, Dia berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا “Ya ayyuhalladzina aamanu-dzkuruullaha dzikran katsiran.” Yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, berzikir lah (dengan menyebut nama) Allah (dengan) zikir yang sebanyak-banyaknya.”

Beliau menjelaskan mengenai hikmah bertasbih dan berzikir dalam ayat tersebut. Menurutnya, Allah adalah Zat yang tanpa satu pun kekurangan.

Dia Sang Pencipta kesempurnaan dan sumber cahaya, dan karena itulah segala pujian dalam zikir dan tasbih memang sudah selayaknya dilekatkan kepada Allah SWT.

Demikian juga Syekh Wissam menjelaskan bahwa sesungguhnya wahyu hanya diturunkan melalui Nabi Muhammad SAW. Sehingga ketika umat Islam belajar bagaimana mengagungkan Allah dalam salat, Nabi mengajari umat Islam untuk bertasbih memuji Allah sebanyak 33 kali.

Dan ketika Anda bertasbih sebanyak 33 kali dan kemudian jumlahnya bertambah sebanyak 33 kali ataupun 34 kali, hal ini menekankan bahwa angka tersebut memiliki rahasia di dalamnya.

Karena itu, Nabi SAW ketika mengatakan itu, beliau berbicara tentang Allah Yang Maha-Esa. Untuk itulah, sunah Rasulullah yang demikian lebih utama untuk diikuti. Dijelaskan bahwa angka tersebut berbeda dengan pujian yang mutlak.

Syekh Wissam berkata bahwa bertasbilah sesuka kalian, kapan saja, dalam waktu-waktu yang panjang, namun tetap dalam pakem sunah. Syekh Wissam menjelaskan bahwa Nabi SAW diwahyukan kepadanya dan Allah SWT menjadikan angka-angka tersebut sebuah rahasia penciptaan.

Dan jika seorang hamba mengucapkannya, maka dia telah akan mendapati kecukupan atas ketaatannya pada Rasulullah SAW. Meskipun apa yang dia ikuti tidak sampai dalam bayangannya. Wallahu A’lam.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar