oleh

Keren! Keindahan ‘Batik Rato WMS’ di Gelaran Busana Etnik Nusantara (Etnura)

PortalMadura.Com, Sumenep – Batik Rato karya anak-anak Wirausaha Muda Sumenep (WMS) ditampilkan pada gelaran busana Etnik Nusantara (Etnura) pada momen grand launching Etnura di Hotel Grand Mercure Surabaya City.

Pada peragaan busana yang mengusung tema Sentuhan Etnik Indonesia, Selasa (3/12/2019) itu melibatkan setidaknya 40 desainer dan tidak kurang dari 400 undangan yang hadir. Salah satu desainer berasal dari Sumenep, Imam Mustafa dengan menampilkan Batik Rato karya WMS.

Para desainer tersebut menghadirkan sederet busana yang dipadukan dengan kain khas Nusantara. Mulai dari batik tulis, tenun, lurik, dan lain-lain. Beragam busana yang dihadirkan pun beragam, mulai dari ready to wear hingga gaun pesta.

Pada gelaran yang menandai resminya organisasi Etnura yang diketuai oleh Yusi Marta, garapan batik WMS mendapat sorotan positif dari publik. Batik Rato WMS bermotif karapan sapi ikut disajikan dengan ciri khas motif keris pada bagian lengannya.

“Ciri khas batik tulis kita (Sumenep) yakni ada motif kerisnya pada bagian lengan. Ini kan tanggung jawab kita untuk ikut serta mempromosikan Sumenep,” kata salah seorang pengurus harian WMS, Ach Junaidi, pada PortalMadura.Com, Kamis (5/12/2019).

Pihaknya mengaku bangga dengan even tersebut. Selain disaksikan oleh para pejabat se-Jawa Timur juga Batik Rato garapan WMS dapat pengakuan dari publik. “Ibu Arumi Bachsin juga kagum dan akan men-support kami, karena digarap oleh anak-anak muda Sumenep,” terangnya.

Batik 2
Batik Rato karya anak-anak Wirausaha Muda Sumenep (WMS)

Dengan ditampilkannya Batik Rato WMS yang diperagakan oleh para model dan salah satunya putri Indonesia Jawa Timur, Bella Putri Ekasandra, maka Batik Rato semakin mempunyai tempat di mata publik. “Tugas kita sekarang, pengakuan itu harus terus ditingkatkan,” ucapnya.

Menurut dia, ke depan yang perlu mendapat dukungan dari banyak pihak adalah para pemuda Sumenep wajib terus didorong untuk melahirkan karya batik khas Sumenep dalam rangka meningkatkan kualitas hidupnya.

“Peluang pasar batik sangat besar, kalau bukan pemuda siapa lagi yang akan mempertahankan karya seni bernilai ekonimis ini,” ujarnya.

Batik 1
Batik Rato karya anak-anak Wirausaha Muda Sumenep (WMS)

Selaku pengurus harian Wirausaha Muda Sumenep, pihaknya mengaku tetap akan konsisten melahirkan karya berkualitas bersama-sama anak muda Sumenep. “Batik adalah kekayaan nusantara yang harus diselamatkan bersama-sama,” tandasnya.(*)

Penulis : Hartono
Editor : Hartono
Tirto.ID
Loading...

Komentar