oleh

Kerugian Akibat Banjir di Pamekasan Belum Diketahui

PortalMadura.Com, Pamekasan – Kerugian akibat musibah banjir yang terjadi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, belum diketahui, meskipun terdapat sejumlah fasilitas yang ditemukan rusak.

Staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Budi Cahyono mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan nominal kerugian akibat banjir tersebut. Karena kerusakan fasilitas umum dan fasilitas pribadi yang terjadi tidak hanya di wilayah Kota Pamekasan saja.

“Untuk sementara ini yang rusak, ada tembok rumah warga. Kita masih ngecek, sulit masih untuk menghitung kerugiannya,” katanya, Senin (24/2/2020).

Sabtu (22/2/2020) malam, wilayah Kota Pamekasan dikepung banjir setelah hujan deras mengguyur rata di semua bumi Gerbang Salam. Terdapat beberapa kelurahan yang terendam banjir, di antaranya Kelurahan Patemon, Kalurahan Jungcangcang, Desa Laden, Desa Teja Timur Kecamatan Pamekasan. Ketinggian air akibat musibah tersebut mencapai satu meter lebih.

Menurut Budi, penanggulangan banjir bukan sebatas tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab), melainkan menjadi tugas bersama. Sebab, pemerintah telah melakukan beberapa upaya, termasuk normalisasi sungai. Tetapi, masih ditemukan masyarakat yang membuang sampah sembarangan ke dalam sungai.

“Semua sungai sudah dinormalisasi, namun ketika hujan dengan intensitas tinggi dari hulu dan air laut pasang, kita repot juga. Karena (air, red) sulit masuk ke laut, kalau antisipasi kita sudah melakukan dari berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah),” tandasnya.

Pihaknya berharap agar masyarakat berperilaku bersih dengan membuang sampah pada tempatnya. Sampah yang dibuang secara sembarang, mengakibatkan aliran air yang tidak lancar. Namun yang pasti, untuk musibah banjir yang terjadi dipastikan sudah surut seperti sediakala terhitung sejak Minggu (23/2/2020) pukul 24.00 WIB tadi malam.

“Kemarin kita jumpai sampah dan popok yang dibuang sembarangan. Normalisasi sungai yang dilakukan pemerintah tidak akan berdampak banyak apabila perilaku masyarakat masih seperti itu,” pungkasnya.

Komentar