oleh

Ketua DPRD Pamekasan Menangis Saat Sidang Pemberhentian Wabup Raja’e

PortalMadura.Com, Pamekasan – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Fathor Rohman tak kuasa menahan air mata saat memimpin sidang paripurna pemberhentian Wakil Bupati, H. Raja’e, Senin (15/2/2021).

Rapat paripurna yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dengan agenda pengumuman usulan penetapan pemberhentian Wakil Bupati Pamekasan masa jabatan 2018-2023.

Surat pemberhentian Wabup karena meninggal dunia pada tanggal 31 Desember 2020 tersebut dibacakan oleh Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Syafiuddin.

Ketua DPRD Pamekasan, Fathor Rohman yang menjadi pemimpin sidang sempat meneteskan air mata dengan kata terbata-bata saat mendoakan almarhum sebelum akhirnya mengetuk palu pertanda berakhirnya sidang. Momen tersebut membuat peserta sidang menundukkan kepala.

“Pak wabup itu teman sejawat saya, mulai kuliah, di organisasi sampai menjadi kepala desa dan saya juga menjabat kepala desa. Pak wabup sebelum menjadi kepala desa bertanya ke saya, bagaimana menjadi kepala desa. Jadi saya sampai sekarang kalau ingat almarhum tidak bisa menahan,” katanya usai rapat.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menceritakan, almarhum semasa hidupnya termasuk orang yang sabar dan penuh dengan aktivitas religius.

“Beliau orangnya baik, sabar dan dia orangnya tawadu. Beliau sering puasa hari senin dan kamis. Saya berdoa semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan, serta anak-anaknya yang masih yatim dijadikan orang yang mulia oleh Allah,” tambah dia dengan mata berkaca-kaca.

Mantan Kepala Desa Potoan ini berdoa agar almarhum mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT dengan pengabdiannya yang luar biasa kepada masyarakat.

Sebagaimana diketahui, H. Raja’e dan Fathor Rohman merupakan lawan politik saat pilkada tahun 2018. Raja’e yang bergandengan dengan Bupati Baddrut Tamam ditetapkan sebagai pemenang berdasarkan perolehan suara. Sementara Fathor Rohman yang mendampingi KH. Kholilurrahman kalah.

“Pesaing politik itu hanya delapan bulan, dari awal kan sudah saya katakan. Yang menang bersyukurlah, yang kalah bertabahlah. Selebihnya itu kita harus sama-sama memahami bahwa dalam kontestasi tidak semuanya akan menang, pasti ada yang kalah,” pungkasnya.

Penulis : Marzukiy
Editor : Desy Wulandari

Komentar