oleh

Ketua Komisi B DPRD Jatim : Pemerintah Harus Gerakkan Ekonomi Pesantren

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pondok pesantren telah banyak memberikan kontribusi terhadap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan, kemerdekaan negeri ini tidak lepas dari peran pesantren.

Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa mengungkapkan, pada momentum hari santri tahun ini menjadi keniscayaan bagi pemerintah untuk menggerakkan ekonomi dari pesantren setelah sekian lama ekonomi di negeri ini lesu akibat pandemi Covid-19.

“Pesantren memiliki potensi besar, terutama dalam menggerakkan ekonomi. Makanya, pemerintah harus mendorong menggerakkan ekonomi pesantren,” kata pria yang akrab disapa Gus Aliyadi tersebut, Senin (19/10/2020).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menambahkan, khusus di Jawa Timur tercatat ada sekitar 4700 pondok pesantren dengan jumlah 1 juta santri lebih. Berbeda lagi dengan alumni pesantren dan simpatisan pesantren. Dengan demikian, menggerakkan ekonomi melalui pesantren merupakan media yang cukup tepat.

“Selama ini, beberapa usaha yang dijalankan pesantren berkembang pesat. Mulai koperasi hingga industri kecil menengah (IKM). Pesantren ini aset dan potensi besar dalam menggerakkan serta memulihkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Potensi besar ini harus kita dorong,” tambah dia.

Peraih suara PKB terbanyak nasional ini melanjutkan, ditetapkannya Hari Santri Nasional (HSN) dan undang-undang pesantren yang dimotori oleh PKB dan PBNU itu menjadi angin segar bagi pesantren. Tentu perhatian pemerintah terhadap pesantren harus lebih maksimal.

Sejauh ini, lanjut dia, lulusan pesantren atau santri telah mampu mengisi ruang-ruang publik dalam membangun bangsa ini. Tidak hanya jabatan-jabatan di tingkat daerah saja, melainkan santri telah mampu menjadi pemimpin di negeri ini sebagai presiden dan wakil presiden.

“Santri telah banyak menjadi pemimpin yang berintegritas, mulai skala lokal hingga nasional. Pesantren dan para santri sangat berkomitmen untuk terus menjaga NKRI,” pungkasnya.(*)

Penulis : Marzukiy
Editor : Muthmainnatul Lizamah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.