oleh

Ketua KPU Sumenep : “Je’ senga acarok olle, saya acaroge”

PortalMadura.Com, Sumenep – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur,  A. Warits, sempat mengeluarkan kata-kata dalam bahasa Madura saat menerima belasan massa dari Gerakan Penyelamat Pilkada Sumenep di aula KPU setempat, Kamis (28/5/2015).

“Je’ senga acarok olle, saya acaroge. Tapi, acarok ta’ olle di negara kita, (Seandainya boleh carok, saya carok. Tapi, carok tidak diperbolehkan di negara kita, red),” tegas Warits dengan raut wajah terlihat serius.

“Carok” adalah perkelahian dengan menggunakan senjata tajam (sajam), semisal jenis celurit, satu lawan satu.

Kalimat dengan menggunakan bahsa Madura tersebut, terlontar pada saat komisioner KPU menerima massa dari Gerakan Penyelamat Pilkada Sumenep yang sebelumnya diawali dengan ungkapan, bahwa KPU bukan lembaga politik, tapi yang masuk adalah orang-orang politisi semua.

“Kalau soal dialog, saya mau kok diskusi. Tidak harus melalui demo, misalnya!,” dalih Warits.

Ia pun menegaskan, bahwa jika konstitusi rakyat dilanggar,dirinya juga akan marah. “Saya pasti marah, jika konstitusi rakyat dilanggar,” katanya.

Warits tetap pada pendiriannya, apa yang telah dilakukan selama ini sudah sesuai dengan prosedur yang telah diatur dalam undang-undang dan aturan main yang ada.

“Saya tidak akan tunduk pada orang. Siapapun orangnya yang memaksa saya, saya tidak mau. Saya akan tunduk pada aturan. Kecuali aturannya yang berubah,” tandasnya.

Pihaknya meminta bukti-bukti kepada massa, jika ditemukan pelanggaran berkaitan dengan rekrutmen PPK atau PPS yang sudah dilantik. Jika ada bukti, maka tetap akan diproses sesuai dengan aturan perundang-undangan yang ada.

Sebelumnya, belasan masyarakat yang mengatas namakan Gerakan Penyelamat Pilkada Sumenep melakukan aksi unjuk rasa ke kantor DPRD Sumenep. Mereka membeberkan sejumlah dugaan indikasi pelanggaran KPU dalam melakukan rekrutmen PPK dan PPS.

Mereka menuding KPU bermain-main dalam rekrutmen PPK dan PPS, sehingga hasil tes tulis tidak pernah dipublikasikan.

“KPU rupanya bermain-main dalam rekrutmen PPK dan PPS. Buktinya hasil tes tulis tidak pernah dipublikasikan,” kata Eko Wahyudi, salah satu peserta aksi didepan Komisi I, DPRD Sumenep, Kamis (28/5/2015).

Puas menyampaikan aspirasinya, massa aksi diantar anggota Komisi I mendatangi kantor KPU guna menanyakan hasil tes tulis sebagaimana yang dipersoalkan sejumlah masyarakat.(udin/har)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.