Ketua Paralayang Jatim Sebut Bukit Lanjari Sumenep Istimewa

Avatar of PortalMadura.com
Penulis: HartonoEditor: Putri Kuzaifah
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Bukit Lanjari Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dinilai sangat cocok untuk kegiatan atlet paralayang.

“Tempat terbang cukup istimewa. Karena ada dua bukit yang tidak berjauhan. Artinya, kalau ada perubahan arah angin, itu memungkinkan untuk pindah ke bukit lain. Jadi, tempat take off-nya dua,” kata Ketua Paralayang Jawa Timur Arif Eko Wahyudi, di Bukit Lanjari, Jumat (27/5/2022).

Dari segi tempat, kata dia, sangat memungkinkan untuk menggelar event besar, baik regional maupun nasional. “Secara teknis, sangat memungkinan dijadikan tempat event lebih dari tingkat regional. Luas lahan sudah cukup, baik take off maupun untuk landing,” ujarnya.

Kondisi alamnya juga dinilai baik dan tidak ada masalah. Hanya butuh rumput sintetis untuk lokasi. “Saat ini sedang riset arah angin yang bagus itu bulan apa? sehingga bisa mengajukan event nasional sekaligus internasional,” terangnya.

Baca Juga:  Kalahkan Aswaj, Darun Najah Sama Poin dengan Bismillah

Ia mengatakan, ketika membuka tempat paralayang baru, belum pernah satu kali langsung cocok. “Misalnya di Batu, pertama kali mulai 1998 sampai sekarang belum ketemu [arah angin bagus, red]. Hasil riset selalu berubah,” ujarnya.

Arif mengatakan, bahwa hampir semua tempat paralayang berkembang dan memberi manfaat pada warga sekitar. Namun, untuk sektor pariwisata, kata dia, tentu butuh beberapa syarat yang harus terpenuhi.

“Komitmen kami, akan sering menggelar event. Soal prasarana pak bupati sudah memerintahkan untuk membenahi. Sekarang tinggal membutuhkan SDM-nya,” katanya.

SDM dimaksud adalah, harus ada orang Sumenep yang bisa terbang. Dan ketika menjadi industri pariwisata, maka pilot tandemnya adalah orang Sumenep.

Baca Juga:  5 Rukun Ibadah Umrah yang Harus Dipenuhi, Apa Saja?

“Saat ini, sudah ada tiga orang yang sudah terbang beberapa kali [statusnya masih siswa]. Tinggal butuh jam terbang saja,” terangnya.

Kedepan, pihaknya menginginkan warga Desa Soddara yang harus bisa terbang. “Maka, kita akan siapkan itu,” pungkasnya.(*)


Ikuti Berita Terbaru Dari PortalMadura.com di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.