oleh

Ketua PWI Sumenep Kritik Media Yang Menampilkan Kekerasan

SUMENEP (PortalMadura) – Fulgarnya media massa dalam menyajikan berita mendapat perhatian serius oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Rifa’ie.

Dalam sambutannya diacara Launching PortalMadura.Com mengatakan, sudah waktunya media massa memberi porsi mendidik lebih banyak dibanding menyajikan berita sensasional atau berita ‘jelek’ pada pembaca. Sebab, dampak dari sebuah pemberitaan itu, sangat terasa dalam kehidupan masyarakat saat ini.

“Saat ini, dibutuhkan berita yang tidak harus mengerutkan dahi para pembaca,” ujar Rifa’ie, beberapa waktu lalu.

iklan hari santri

Menurut dia, falsafah Bad News is Good News yang selama ini sudah mendarah daging di para jurnalis harus difahami lebih utuh dengan menggunakan perasaan.

Bad News is Good News, rasanya tidak juga. Bad News sekarang harus mulai muncul dengan kesadaran, bahwa tidak semua bad news tersebut bisa disajikan oleh media massa,” katanya.

Disadari atau tidak, Bad News is a Good News, filosofi ini yang sekarang masih dianut oleh banyak media massa. “Saya sepakat, jika media massa menampilkan berita yang membuat pembaca atau pendengar lebih banyak tersenyum dan tidak harus selalu mengerutkan dahi,” tandasnya.(htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.