oleh

Keunikan Makam Pembabat Pulau Giliyang

PortalMadura.Com, Sumenep – Daeng Masalle merupakan penduduk pertama yang datang kepulau Giliyang, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Ia berasal dari Sulawesi. Atas ijin pemerintah Keraton Sumenep yang dimpimpinan Sultan Abdurrahman (1811-1854). Akhirnya menempati Pulau Giliyang bersama keluarga dan belasan pengikutnya. Kini, makam Daeng Masalle ada di Dusun Bancamara Timur, Desa Bancamara (Pulau Giliyang), Kecamatan Dungkek, Sumenep.

“Pertama kali datang, Daeng Masalle seorang diri. Setelah mendapat ijin dari Sultan Abdurrahman, maka keluarga dan pengikutnya menempati Pulau Giliyang di Dusun Bancamara Barat,” terang Ahmad Bati (50), warga Dusun Bancamara Timur, Desa Bancamara, Dungkek, Sumenep, Jumat (24/10/2014).

Daeng Masalle hidup disebuah rumah panggung. Sehari-hari ia dibantu oleh dua orang utusan Kertaon Sumenep. “Yang diutus itu, pria dan wanita, tapi saya tidak tahu siapa namanya. Kalau makamnya masih ada,” ujar Ahmad Bati yang masih keturunan Daeng Masalle.

Dalam perkembangannya, penduduk di pulau yang kini dikenal mempunyai titik-titik oksigen terbaik kedua di dunia, didatangkan dari berbagai daerah atas perintah penguasa kala itu di Madura.

“Ada warga yang dari Beranta Pamekasan, dari Desa Gedang-Gedang, Batuputih Sumenep dan para tahanan politik. Ada juga yang kurang waras (Gila) dibuang kesini (Pulau Giliyang, red),” katanya.

Daeng Masalle sendiri terus berjuang untuk berbenah dalam usaha mendukung pemerintahan Keraton Sumenep. Selain mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam, juga mengajarkan cara melaut.

Pulau Giliyang kini dikenal karena ada titik oksigen yang mampu menyehatkan tubuh Manusia. Hal ini diketahui setelah pihak LAPAN melakukan penelitian di pulau tersebut pada tahun 2006.(Tim Liputan PortalMadura.Com)

http://youtu.be/Dwdscm9us54


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE