oleh

KH Kholilurrahman Terbukti Sukses Angkat Nasib Petani Tembakau

PortalMadura.Com, Pamekasan – KH. Kholilurrahman sukses dalam memperjuangkan nasib warganya selama menjabat Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, periode 2008-2013. Terutama nasib petani tembakau yang sangat merasakan keuntungannya.

Figur yang kini kembali maju sebagai Calon Bupati (Cabup) berpasangan dengan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Fathor Rohman tersebut ternyata memiliki cara dan strategi tersendiri agar harga tembakau tidak anjlok sebagaimana yang sering dialami para petani ketika musim panen.

“Pertama, pemerintah melakukan kunjungan ke beberapa perusahaan tembakau di Jawa Timur dan Jawa Tengah untuk mengetahui jumlah serapan tembakau pada musim panen. Dengan demikian, jumlah lahan yang akan ditanami bisa sesuai dengan kebutuhan pabrikan,” terangnya, Jumat (6/4/2018).

Kunjungan kepada pabrikan tersebut dilakukan jauh hari sebelum masa tanam dimulai supaya pemerintah daerah dapat mengetahui serapan pada musim itu.

“Kedua, pemerintah kemudian melakukan sosialisasi kepada petani tembakau terkait besaran tembakau yang dibutuhkan pabrikan. Selain itu, sosialisasi berisi tentang awal mulainya tanam dan akhir panen setelah berkoordinasi dengan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika,” terangnya.

Cabup dengan sebutan Kholifah (Kholilurrahman-Fathor Rohman) tersebut mengaku, apa yang dilakukan tersebut murni untuk mengangkat nasib petani tembakau yang sering kali merugi.

“Ketiga, melakukan pendampingan kepada petani tentang jenis benih dan bibit yang pas dengan tanah dan cuaca di Madura, serta sesuai dengan kebutuhan pabrik. Seluruh penyuluh pertanian dan perkebunan dikerahkan mendampingi petani,” tandasnya.

Cabup nomor urut 2 ini berjanji akan berusaha semaksimal mungkin mengangkat kembali harga tembakau apabila dirinya ditakdirkan memimpin Kabupaten Pamekasan periode 2018-2023 dengan memenangkan kontestasi Pilkada pada tanggal 27 Juni 2018.

“Keempat, mengundang perwakilan pabrik tembakau yang ada di Pamekasan untuk mengetahui buka tutup gudang. Sehingga petani tahu kapan waktunya memanen tembakau dan menjual tembakaunya,” tambah dia.

Mantan Anggota DPR RI ini melanjutkan, pihaknya selalu melakukan pemantauan kepada gudang yang membeli tembakau untuk menghindari kecurangan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kelima, melakukan pemantauan ke gudang-gudang tembakau saat pembelian tembakau oleh pabrikan. Hal ini dalam rangka untuk meminimalisir adanya kecurangan pengambilan sampel tembakau di luar ketentuan yang sudah diatur di dalam tata niaga tembakau,” ujarnya.

Menurutnya, jika masih ada tembakau petani yang belum terserap, pemerintah melakukan negoisasi lagi kepada pengusaha agar memperpanjang masa pembelian tembakau. Usaha ini berhasil dilakukan Kiai Kholil, sehingga semua petani bisa menjual tembakaunya sampai habis.

“Kalau K. Kholil dulu mengawal tembakau, sampai daun solang laku dengan harga mahal ke gudang,” aku salah satu petani tembakau asal Desa Seddur Kecamatan Pakong, Samsuri. (Marzukiy/Nanik)

Komentar